Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Piala Dunia U 20 Diundur, Menpora Masih Tunggu Surat Resmi FIFA

Piala Dunia U 20 Diundur, Menpora Masih Tunggu Surat Resmi FIFA
Menpora Zainudin Amali
Senin, 28 Desember 2020 19:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Meski FIFA sudah mengumumkan penundaan Piala Dunia U-20 2021 menjadi 2023 lewat laman resminya dikarenakan pandemi Covid-19, Menpora Zainudin Amali masih menunggu pernyataan atau surat resmi (tertulis) penundaan tersebut. Dia berharap FIFA segera menyelesaikan administrasi tersebut agar bisa secepatnya diproses karena menjadi tuan rumah piala dunia, negara turut terlibat.

"Sampai saat ini saya belum menerima surat resmi perihal penundaan itu. Saya berharap FIFA segera merampungkan proses tersebut karena apa yang disampaikan FIFA melalui laman resminya kita anggap sebagai pemberitahuan penundaan. Kita berharap ada surat resmi dari FIFA. Kami juga sudah minta kepada PSSI untuk bersurat kepada FIFA agar sah secara administrasi. Sebab, ini kan berkaitan dengan sejumlah pihak, termasuk Inpres dan Keppres," kata Zainudin Amali saat konferensi pers virtual usai rapat koordinasi dengan Menteri Perekonomian, Menteri PUPR, Ketum PSSI dan perwakilan enam provinsi yang menyelenggarakan Piala Dunia U-20, Senin (28/12/2020).

Menpora yang bertindak sebagai Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 (INAFOC) menyatakan sudah memberikan gambaran kepada FIFA terkait pandemi di Indonesia, awal Desember lalu. Dijelaskan Indonesia siap menggelar Piala Dunia U-20 di tengah pandemi. Sayangnya, FIFA tetap menunda ajang tersebut.

"Apa yang dilakukan sudah kami laporkan. Kami menyiapkan berbagai hal. Kami buat master plan. Kami merancang struktur INAFOC. Semua hasil dikonsultasikan kepada FIFA tetapi semua tertunda. Kami sudah menyiapkan kampanye diberbagai tempat. Pada 2 Desember lalu saya sebagai menpora dan Ketua INAFOC sudah mengirimkan surat resmi ke FIFA untuk menyatakan kesiapan Indonesia jadi tuan rumah. Kemudian surat keseriusan menangani pandemi. Kami juga melaporkan rencana vaksinasi. Namun keputusan FIFA harus dipahami dan dihormati," ungkapnya.

Terkait Tim Nasional (Timnas) U19 Indonesia yang bakal ada kelanjutan Training Camp (TC), kata Amali, jelas pemain yang dipersiapkan untuk tahun depan itu tidak masuk syarat untuk tampil pada tahun 2023 karena tidak sesuai ketentuan FIFA.

"Untuk Timnas yang dipersipkan sekarang memang buat tahun 2021, karena dimundurkan ke tahun 2023, usia mereka sudah lewat. Maka kita persiapkan Timnas lagi. Tapi itu adalah kewenangan PSSI yang akan melakukannya, nanti caranya akan dijelaskan langsung oleh PSSI," ujarnya.

Terkait mundurnya pelaksanaan Piala Dunia U-20, tidak menutup kemungkinan bagi Timnas untuk melakukan TC jangka panjang. Namun, salah satu masalahnya adalah terkait anggaran yang akan dikeluarkan hingga Piala Dunia U-20 2023.

Kemenpora juga akan mereview anggaran yang sudah dikeluarkan PSSI untuk TC Timnas. Karena sesuai dengan kesepakatan awal, penggunaan anggaran PSSI untuk TC memang berakhir pada 31 Desember 2020

"Setelah itu kita lihat penggunaan anggarannya seperti apa, 100% digunakan atau tidak. Karena ini menyangkut administrasi, khususnya nanti Deputi IV Kempora akan berdiskusi terus dengan tim PSSI mengenai pertanggungjawabannya,” jelasnya. 

Pihaknya juga mempersilahkan PSSI jika ingin melakukan TC jangka panjang. Namun, sebelum itu PSSI harus terlebih dulu menyerahkan proposal rencana yang akan diterapkan untuk langkah selanjutnya ***

wwwwww