Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Kekuatan dan Kemajuan Bangsa Ditentukan oleh Doa dan Partisipasi Kaum Ibu

Kekuatan dan Kemajuan Bangsa Ditentukan oleh Doa dan Partisipasi Kaum Ibu
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid bersama kedua orangtuanya. (foto: dok pribadi)
Selasa, 22 Desember 2020 08:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, dalam ajaran agama maupun berbagai tradisi kebudayaan di Indonesia, sosok ibu memegang peranan yang sangat penting.

Bahkan, kata politikus PKB yang biasa disapa Gus Jazil itu, dalam tradisi atau ajaran Islam, disebutkan bahwa surga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Termasuk dalam dalam tradisi umum, kesuksesan seseorang atau kekuatan suatu bangsa juga ditentukan oleh doa dan partisipasi para ibu.

"Karena ibu memegang peranan penting dalam mendidik anak-anak, dalam menyebarkan nilai-nilai. Saya selaku Wakil Ketua MPR mengajak kepada kita semua untuk menghormati ibu kita, sekaligus mengajak peran para ibu untuk memperkuat persatuan, keutuhan, dan kedamaian," ujarnya, Selasa (22/12/2020).

Dikatakan Ketua Ikatan Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu, semua orang terutama para pemimpin, perlu memiliki dimensi keibuan dalam membangun.

"Artinya dimensi yang lebih lembut, yang mengayomi, peduli, memperhatikan semuanya," tuturnya.

Pada momentum Hari Ibu, 22 Desember 2020, Gus Jazil mengajak masyarakat dan juga para pejabat negara, para pemimpin untuk juga mengedepankan dimensi keibuan dengan memberikan pengayoman dan kasih sayang. Sebab, ibu biasanya menjadi simbul dari perhatian, ketulusan.

"Saya pikir yang punya itu ada pada sosok ibu. Justru kenapa ibu disebut penyangga agama atau penyangga peradaban karena yang menentukan suami menjadi baik, anak menjadi terdidik secara baik, sangat dipengaruhi oleh ibu. Jadi peran sebagai pendamping suami dan penjaga anak-anak ini sangat penting, dan biasanya disebutnya ini peran domestik," katanya.

Menurutnya, justru dengan peran domestik yang baik, karir seorang suami dan masa depan anak-anak akan lebih terjaga. "Di situ peran pentingnya seorang ibu dalam konteksnya. Selain itu yang dalam kodratnya yang tidak bisa ditawar adalah melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak-anaknya," katanya.

Nah, lanjut Gus Jazil, terkadang karena desakan ekonomi atau faktor lainnya sehingga tidak banyak ibu yang selain mengurus rumah tangga, juga masih aktif bekerja diluar. Karena itu, dirinya berpesan bagi ibu-ibu yang juga memiliki kesibukan bekerja diluar rumah agar jangan sampai meninggalkan tugas mulianya untuk memperhatikan pendidikan anaknya.

"Karena kesibukan di luar meskipun itu sah-sah saja, tetapi penjaga rumah di dalam tradisi kita masih seorang ibu, bukan seorang pembantu. Ini di dunia modern terkadang peran asuh anak-anak diberikan kepada pembantu karena alasan ekonomi, kesibukan, karir, tapi saya ingatkan bahwa secara kodrati ibu melahirkan anak-anak dan akan sangat dekat. Bahkan pada usia dini itulah yang menentukan karakter anak-anak kita," tuturnya.***

wwwwww