Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
2
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Bukan Cuma Kemensos, Kemenag juga Perlu Direformasi

Bukan Cuma Kemensos, Kemenag juga Perlu Direformasi
Anggota fraksi NasDem Komisi VIII DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat I, Lisda Hendrajoni dalam suatu kegiatan di dapil pada November 2020. (gambar: ist)
Kamis, 17 Desember 2020 10:01 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni mengungkapkan, reformasi birokrasi perlu dilakukan di Kementerian Agama (Kemendag) RI.

Dorongan Lisda, menyusul adanya laporan pemotongan dana bantuan operasional (BOP) sebesar 40 persen di daerah.

"Saya pikir penting dilakukan reformasi menyeluruh di tubuh Kemenag sampai ke tingkat bawah. Potongan 40 persen dari dana bantuan operasional selama pandemi ini merupakan laporan yang saya terima langsung dari daerah," kata legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat I itu kepada GoNews.co, Kamis (17/12/2020).

Sebelumnya, kata Lisda, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag terbilang kurang mendapat perhatian selama pandemi. Padahal, pemenuhan kebutuhan mereka untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkup civitas mereka jelas membutuhkan bantuan Kemenag.

"Kami akhirnya mengajukan kepada Kemenag, dan alhamdulillah dapat. Tapi dalam pelaksanaannya ternyata masih ada persoalan-persoalan demikian. Sehingga saya pikir, memang perlu dilakukan reformasi di birokrasi Kemenag," terang politisi partai NasDem itu.

Diberitakan sebelumnya, Lisda juga menyoroti reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Sosial (Kemensos) RI, menyusul terjaringnya mensos Juliari Batubara dalam proses hukum di KPK.

Ia berseberangan dengan pihak yang menyuarakan pembubaran Kemensos. Baginya, pembenahan person termasuk perombakan eselon I jauh lebih tepat ketimbang membubarkan Kemensos.

Kondisi pandemi yang masih belum jelas ujungnya, menurut Lisda, masih membutuhkan peran Kemensos untuk menjaga hajat hidup rakyat di tahun-tahun mendatang.

"Bukan lumbungnya kan kita bakar, tapi tikusnya yang kita bunuh," kata Lisda menganalogi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Parlemen, Balai Kota
wwwwww