Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
8 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Dianggap Sosok Netral, Komjen Boy Rafli Amar Dinilai Cocok Jabat Kapolri

Dianggap Sosok Netral, Komjen Boy Rafli Amar Dinilai Cocok Jabat Kapolri
Komjen Boy Rafli Amar. (Foto: Istimewa)
Senin, 30 November 2020 18:07 WIB
JAKARTA - Pengamat intelijen dan keamanan, Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta berpendapat, Presiden Joko Widodo dinilai cocok untuk mengangkat Komjen Boy Rafli Amar sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

Stanislaus beranggapan, Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dianggap mampu untuk menangani dinamikan politik, hukum dan keamanan yang terjadi saat ini terutama isu-isu intoleran dan radikalisme terorisme.

"Kemampuan Boy Rafli Amar sebagai anggota Polri dapat dilihat dalam rekam jejak jabatannya yang cukup baik. Selain itu masa kerja yang masih 3 tahun cukup ideal untuk menjabat sebagai Kapolri. Masa kerja ini tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Dengan masa kerja yang ideal maka program kerja dapat dilaksanakan dengan baik dan sistem kaderisasi tetap terjaga," kata Stanislaus dalam keteranganya, Senin (30/11).

Adapun pertimbangan lainya menurut Stanislaus ialah, alumnus Akademi Kep0lisian (Akpol) 1988 ini sosok yang netral. Pasalnya, dalam bursa calon Kapolri isu kedekatan para kandidat terhadap pihak-pihak tertentu sangat terasa. Untuk itu, menurutnya, isu ini harus ditepis dengan menunjuk figur yang netral dan bebas dari kedekatan dengan pihak tertentu.

"Boy Rafli Amar bebas dari isu kedekatan dengan kubu tertentu yang sering disebut-sebut oleh publik. Pejabat publik yang bebas dari isu kedekatan dengan kubu tertentu akan lebih optimal dan total dalam bekerja terutama untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar kandidat doktor dari Universitas Indonesia (UI) ini.

Stanislaus juga menjelasakan, Polri perlu menguatkan hubungan dengan masyarakat sipil. Jika Kapolri terpilih nantinya mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dan membangun hubungan baik dengan masyarakat sipil tentu ini akan semakin memudahkan Polri untuk bertugas.

"Tidak ada yang meragukan sosok Boy Rafli Amar dalam komunikasi dan menjalin hubungan dengan masyarakat sipil. Boy Rafli Amar yang sangat populer dan dikenal oleh publik pada saat menjadi Kadiv Humas Polri tentu akan lebih mudah diterima oleh masyarakat," ungkap Stanislaus.

Mengingat situasi politik hukum dan keamanan yang semakin dinamis,Stanislaus berharap agar Kapolri yang terpilih nanti mendapat kepercayaan dari publik yang tinggi dan dapat membuat situasi kamtibmas semakin kondusif.

"Tentu saja semua hal tersebut kembali kepada Presiden yang mempunyai hak prerogatif untuk mengusulkan dan melantik Kapolri baru pengganti Idham Aziz," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww