Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Promotor Automotif Yang Dekat Dengan Wartawan Itu Telah Tiada

Promotor Automotif Yang Dekat Dengan Wartawan Itu Telah Tiada
Helmy Sungkar. (Foto: dok Automotif)
Selasa, 24 November 2020 22:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Olahraga Indonesia khususnya otomotif dirundung duka. Mantan pebalap nasional era-1970-an, Helmy Sungkar yang lebih dikenal sebagai promotor gaul itu meninggal dunia pukul 06.10 WIB di kediaman di daerah Bintaro, Jakarta Selatan (Jaksel) (24/11/2020).

Helmy yang beristerikan mantan pembalap nasional Ria Sungkar itu memang sudah lama menderita penyakit gula yang cukup kronis. Sudah tak terhitung, pria yang sangat akrab dengan awak media ini keluar masuk rumah sakit. Bahkan, dia sempat menjalani operasi pada bagian kelopak matanya.
Sumbangsih Helsung panggilan akrab Helmy Sungkar di kalangan otomotif Indonesia sangat banyak. Bukan hanya lewat event-event yang digagasnya, tapi juga pemikiran-pemikiran untuk kemajuan otomotif Indonesia.
Nyaris semua event sudah pernah dibikin oleh orangtua dari pereli nasional Indonesia, Rifat dan Rizal Sungkar.Mulai sprint reli, road race dan juga motocross. Dirinya juga selalu menekankan untuk terus melibatkan masyarakat sekitar dalam pembuatan event.
“Kalau kita mau maju bkin event, jangan sombong mau bikin sendiri dengan kru yang ada. Selalu libatkan orang-orang sekitar event. Jadi, mereka juga merasa dihargai, terpakai. Kita enak bikin eventnya. Saat bikin event juga, kita harus turut memajukan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Helmy Sungkar yang sangat memperhatikan fasilitas media dalam setiap event yang digelarnya.

Ucapan belasungkawa datang dari wartawan olahraga senior. Bahkan, M Nigara yang kini menjadi Staf Khusus Menpora menceritakan tentang kebaikan Helmy Sungkar. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoga Allah SWT limpahkan rahmat-Nya yang luas, Allah ampuni seluruh khilafnya, Allah masukkan saudara hamba Helmy Sungkar bin Mustafa Sungkar ke dalam golongan orang-orang yang wafat husnul khotimah. Aamiin ya Rabb."

Nigara teringat kejadian bulan Maret atau April 1993. Saat itu, dia baru menjalani tour of duty tugas dari liputan sepakbola ke liputan tinju dan otomotif, ditugaskan oleh Mas Sumohadi Marsis (Pemred Tabloid BOLA), meliput satu event di Solo.

Nigara yang sempat pingsan saat liputan mendapat perlakuan khusus dari Helmy Sungkar. Dia membawa NIgara ke rumah sakit. "Saya masih ingat sebelum pak Helmy Sungkar meninggalkan rumah sakit sempat berpesan :Pokoknya elu tenang aja di sini, Bebi gue suruh selesaiin semua administrasinya," cerita Nigara.

"Tapi, hari ini, kabar duka itu datang. Jujur, meski sedih, saya tidak khawatir. Bang Helmy adalah orang yang baik. Saya adalah satu dari berjuta orang yang ia perlakukan dengan sangat baik. Bukan karena Mas Sumo dan Mas Nito adalah sahabatnya, tapi ia memang merasa terpanggil untuk bertanggung jawab. Semoga kebaikan itu dicatat dan tercatat sebagai amal yang akan ia petik nanti," ujar Nigara. ***

wwwwww