Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Bursa Caketum PPP, Ada Sandiaga Uno Hingga Khofifah

Bursa Caketum PPP, Ada Sandiaga Uno Hingga Khofifah
Sandiaga Uno dan Khofifah Indar Parawansa. (Kompas.com/Nursita sari)
Senin, 26 Oktober 2020 16:08 WIB
JAKARTA - Sebanyak enam nama disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani membeberkan enam nama itu adalah Ketum PPP Suharso Monoarfa, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, politikus senior PPP Akhmad Muqowam, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Kemudian terdapat juga nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

"Memang saat ini banyak disebut nama yang diusulkan oleh kalangan internal PPP, mulai dari Suharso Monoarfa, Mardiono, Ahmad Muqowam, Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, sampai dengan Sandiaga Uno," kata Arsul seperti dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia.com, Senin (26/10).

Ia menyatakan PPP sebagai partai politik yang ingin menggelar muktamar secara demokratis, terbuka dengan usulan dan aspirasi sejumlah kader yang berharap kepemimpinan PPP diisi tokoh muda di hari mendatang.

Namun, Arsul mengingatkan, PPP adalah partai kader. Menurutnya, sosok yang ingin menduduki jabatan Ketum PPP harus menjadi pengurus di tingkat DPP lebih dahulu selama minimal satu periode, sebagaimana disyaratkan dalam Anggaran Dasar (AD) PPP.

"Namun, tentu karena PPP adalah partai kader maka posisinya tidak langsung menjadi ketum. Di AD PPP memang dipersyaratkan siapapun yang menjadi Ketum PPP pernah terlebih dahulu selama satu periode duduk di kepengurusan DPP PPP," kata Wakil Ketua MPR itu.

Lihat juga: Krisis PPP di Balik Niat Bajak Sandiaga Uno dari Gerindra
Terpisah, Suharso selaku Ketum PPP telah mendeklarasikan diri maju menjadi calon Ketum PPP di Muktamar IX PPP yang akan digelar pada 19 sampai 21 Desember 2020.

Deklarasi itu dilakukan Suharso saat memimpin rapat dengan DPW PPP Jawa Barat di Hotel Alana, Sentul, Bogor pada Jumat (23/10) silam.

"Hari ini, di Bogor, sebagaimana tadi disampaikan Ketua DPW Jabar, ibu Ade Munawaroh, bahwa saya dimiliki Jawa Barat, maka di depan para kader PPP se-Jabar ini, saya mendeklarasikan maju bertarung dalam Muktamar IX untuk menang menjadi Ketua Umum," kata Suharso dalam keterangan persnya, Senin (26/10).

Sementara pihak Gerindra meyakini Sandiaga tidak akan menerima ajakan dari partai politik lain.

Gerindra masih berharap Sandiaga tetap menjadi bagian dari partai berlambang burung garuda itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww