Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

KOMPAK Indonesia Desak KPK Periksa Dugaan Korupsi Blok Migas Jatinegara

KOMPAK Indonesia Desak KPK Periksa Dugaan Korupsi Blok Migas Jatinegara
Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel. (Foto: Ist.)
Rabu, 21 Oktober 2020 17:38 WIB
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Muhamed Riza Chalid atad dugaan keterlibatan dalam penyimpangan dana Blok Migas Jatinegara.

Rilis yang diterima redaksi pada Rabu (21/10/2020) menyebut, KOMPAK Indonesia juga meminta komisi anti rasuah untuk memeriksa Saudara Izman A. Bursman (Managing Director Foster Oil & Energy Pte. Ltd. dan saudara Dhan Akbar Siregar (Mantan GM KSO), terkait dugaan ini.

"Segera memanggil dan memeriksa pihak- pihak yang terlibat dalam Joint Operation Agreement (JOA) yang merugikan negara dan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kota Bekasi," kutipan rilis tersebut.

Sebelumnya, KOMPAK Indonesia juga telah melaporkan secara resmi dugaan ini ke KPK.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Cendekia, Parlemen, GoNews Group
wwwwww