Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Cendekia

Bantah Video Brimob Nyamar jadi Mahasiswa di Jambi, Polri Sebut Hanya Salah Paham

Bantah Video Brimob Nyamar jadi Mahasiswa di Jambi, Polri Sebut Hanya Salah Paham
Tangkap layar video Oknum Shabara dipukul Anggota Brimob di Jambi. (Istimewa)
Rabu, 21 Oktober 2020 11:10 WIB
JAMBI - Beredar video di media sosial ihwal dugaan polisi menyamar sebagai mahasiswa dalam demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Jambi. Tayangan itu memperlihatkan lelaki mengenakan almamater dipiting oleh polisi. Ada teriakan "itu perwiraku, Brimob itu!".

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi membantah isu penyamaran itu. "Tidak ada penyamaran polisi. Yang diamankan memang mahasiswa, mana ada anggota kami menyamar. Kami telah konfirmasi ke Brimob," ucap dia ketika dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020).

Alasan penangkapan lantaran pemuda itu diduga melakukan tindakan perusakan dan melawan petugas. Kuswahyudi mengklaim ada 28 orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, pengangguran dan swasta yang ditangkap polisi dalam unjuk rasa di Jambi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono juga membantah kalau anggota Brimob itu menyamar sebagai mahasiswa kemudian dipukuli personel Sabhara.

"Tidak benar. PA "baju preman" tersebut yang mengamankan mahasiswa, menghalang-halangi anggota Sabhara yang mau memukul mahasiswa. Maka ada salah paham sedikit di lapangan. Tapi sudah jelas, setelah diketahui yang bawa mahasiswa adalah intel Brimob,” ucap Awi.

Di video itu, laki-laki beralmamater hijau dipiting sambil berjalan. Di wajahnya terdapat coretan bergambar bendera Merah-Putih, ia berontak dari himpitan polisi. Bukannya berhasil lepas, tiba-tiba seorang polisi tak berpakaian dinas dan mengenakan kupluk hitam langsung memukul wajahnya.

Lantas seorang pria berjaket abu-abu melerai anggota Sabhara yang hendak memukul si mahasiswa, namun personel Sabhara itu malah ditendang balik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww