Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
12 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
2
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
3
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Selidiki Akar Pohon Terbakar Usai Timpa Mobil di Jalan Jenderal Sudirman
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Selidiki Akar Pohon Terbakar Usai Timpa Mobil di Jalan Jenderal Sudirman
4
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
5
Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Bekasi, Pelatih PSPS Pekanbaru Apresiasi Mentalitas Skuad Askar Bertuah
Gelanggang
12 jam yang lalu
Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Bekasi, Pelatih PSPS Pekanbaru Apresiasi Mentalitas Skuad Askar Bertuah
Home  /  Berita  /  Kesehatan

WHO Sebut Obat Ini Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Parah, Baru Satu-satunya

WHO Sebut Obat Ini Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Parah, Baru Satu-satunya
Dexamethasone, obat efektif sembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala parah. (matthew horwood/getty/images/detikcom)
Sabtu, 17 Oktober 2020 12:49 WIB

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hingga kini hanya dexamethasone yang terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala parah.

Sementara itu, Uji Coba Terapi Solidaritas WHO menyimpulkan bahwa obat remdesivir dan interferon, hanya sedikit efeknya dalam mencegah kematian terkait virus corona atau mengurangi waktu di rumah sakit.

''Untuk saat ini, dexamethasone kortikosteroid masih satu-satunya terapi yang terbukti efektif melawan Covid-19, untuk pasien dengan penyakit parah,'' ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus, seperti dikutip dari detik.com yang melansir Anadolu Agency, Sabtu (17/10/2020).

Tedros menjelaskan, Solidarity Trial adalah uji coba terkontrol acak terbesar di dunia untuk terapi Covid-19, yang melibatkan hampir 13.000 pasien di 500 rumah sakit di 30 negara.

Sebelumnya WHO menghentikan percobaan obat hidroksiklorokuin pada bulan Juni dan kombinasi lopinavir dan ritonavir pada bulan Juli, dengan alasan bahwa kedua terapi tersebut hanya membawa sedikit penurunan pada kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww