Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
11 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
18 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Lampung, Pelajar SMK Ricuh Lempar Batu ke Petugas

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Lampung, Pelajar SMK Ricuh Lempar Batu ke Petugas
Aksi pelajar SMK di DPRD Lampung. (Istimewa)
Rabu, 07 Oktober 2020 13:35 WIB
LAMPUNG - Puluhan pelajar SMK yang mengikuti aksi massa mahasiswa demonstrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja melempar batu dan ricuh.

Aksi lempar batu itu terjadi saat rombongan pelajar SMK diarahkan ke Lapangan Korpri yang berada di depan kompleks gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10/2020).

Dilansir GoNews.co dari Kompas.com di lokasi, pelemparan batu dan aksi ricuh terjadi saat massa pelajar SMK diadang masuk kompleks gedung DPRD Lampung dengan kawat berduri oleh aparat keamanan.

Kepolisian pun berusaha membubarkan konsentrasi massa pelajar SMK dengan menembakkan air dari kendaraan water cannon.

"Adik-adik mahasiswa tolong dibantu mengontrol adik-adik pelajar agar tidak ricuh," kata salah satu anggota kepolisian yang berusaha menenangkan massa.

Kericuhan yang sempat berlangsung hampir 20 menit itu bisa diredam setelah sejumlah mahasiswa bergabung pada massa pelajar SMK turun tangan.

Sementara itu, Aliansi Lampung Memanggil yang terdiri dari 3.000 mahasiswa se-Lampung meminta agar omnibus law UU Cipta Kerja dicabut.

"Kami bukannya tidak takut akan virus (corona). Tetapi kami lebih takut akan ketidakadilan yang akan terjadi setelah omnibus law berjalan," kata Jenderal Aliansi Lampung Memanggil, Irfan Fauzi Rachman.

Irfan menambahkan, pihaknya juga mengecam pemerintah dan DPR RI yang telah mengesahkan RUU Ciptaker secara diam-diam tanpa memperdulikan suara rakyat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Warga Bertuah, Parlemen
wwwwww