Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
8 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
15 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Bentrok dengan Polisi, Mahasiswa di Banten Bibirnya Dijahit hingga Masuk ICU

Bentrok dengan Polisi, Mahasiswa di Banten Bibirnya Dijahit hingga Masuk ICU
Aksi protes terhadap UU Cipta Kerja di depan Kampus Universitas Islam (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. (Istimewa)
Rabu, 07 Oktober 2020 14:05 WIB
BANTEN - Aksi protes terhadap UU Cipta Kerja di depan Kampus Universitas Islam (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Selasa (6/10/2020) malam sempat memanas. Sebab, pendemo dari kalangan mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Dikutip Gonews.co dari Suara.com, kericuhan itu pun mengakibatkan dua pihak mengalami luka-luka.

Bentrok berawal saat polisi memaksa mahasiswa yang memprotes UU Cipta Kerja segera membubarkan diri karena telah melewati waktu. Permintaan polisi tak digubris. Para pendemo dari kalangan mahasiwa itu terus berorasi hingga kerusuhan pun pecah.

Rentetan suara tembakan membuat suasana di sekitar Kampus UIN SMH Banten, tempat pusat aksi mahasiswa mencekam.


Mahasiswa Banten luka di bagian bibir setelah bentrok dengan polisi saat protes UU Cipta Kerja. Sejumlah mahasiswa dan polisi terluka akibat bentrokan tersebut, salah satunya Kepala Biro Operasional Polda Banten Kombes Amiludin Roemtaat.

Sementara dari pihak mahasiswa dilaporkan dua orang harus menjalani perawatan intensif karena mengalami luka serius, bahkan ada yang masuk ICU RS Drajat Prawiranegara Serang.

Berdasarkan data yang diperoleh, dua mahasiswa yang mengalami luka-luka adalah Rizal dan Piandi.

Piandi merupakan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Dia dilaporkan mengalami luka pada bagian bibir hingga harus mengalami jahitan luka. Sedangkan Rizal, diketahui mahasiswa UIN SMH Banten yang hingga saat ini masih dirawat di ruang ICU RS Drajat Prawiranegara Serang.

Sumber BantenHits.com dari pihak mahasiwa yang tengah menjalani pendidikan di salah satu kampus jurusan Keperawatan di Serang membenarkan, satu mahasiwa sedang dirawat di ICU RS Drajat Prawiranegara Serang. "Rizal di ruang ICU RS Drajat Serang deket Alun-alun Kota Serang. Saya juga sedang nungguin di sini,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, Piandi yang mengalami luka di bibir sudah dibawa pulang setelah dilakukan perawatan. "Dijahit pasti cuma kurang tahu jahitannya itu berapa. Sumbing soalnya," ujarnya.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa yang menggelar aksi kali ini tergabung dalam 'Geger' yang merupakan aliansi persatuan mahasiswa Banten lintas kampus.

Selasa siang, mereka menggelar aksi penolakan UU Ciptakerja di depan kampus UIN Sultan SMH Banten. Aksi ini membuat dua jalan dari arah pintu tol Serang timur menuju Alun-alun Kota Serang diblokir oleh mahasiswa. Polisi terpaksa melakukan rekayasa lalulintas agar pengguna jalan tetap bisa melintas.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Suara.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww