Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
13 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
2 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Tim Medis Pantau Paru-paru Donald Trump Usai Diberi Oksigen Tambahan

Tim Medis Pantau Paru-paru Donald Trump Usai Diberi Oksigen Tambahan
Gambar selebaran yang disediakan oleh Gedung Putih menunjukkan Donald Trump bekerja di ruang konferensi saat menerima perawatan setelah dinyatakan positif Covid-19. (republika.co.id)
Senin, 05 Oktober 2020 09:28 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump sempat diberi oksigen tambahan pada Jumat (2/10). Selanjutnya tim medis melakukan pemantauan terhadap kondisi paru-paru Trump.

Dikutip dari Republika.co.id, Trump diterbangkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed pada Jumat dan telah menerima dua dosis obat antivirus Remdesivir. Ia juga telah diberikan obat steroid deksametason, yang digunakan untuk kasus parah.

Dr Sean P Conley mengakui bahwa kadar oksigen dalam darah Trump menurun dalam beberapa hari sebelumnya dan mengalami demam tinggi pada Jumat pagi. Ia mengungkapkan bahwa kondisi presiden memburuk dari yang dilaporkan sebelumnya. Namun Conley menyebutkan bahwa kondisi Trump pada Ahad membaik.

Trump selama ini seringkali meremehkan risiko pandemi Covid-19, yang telah menginfeksi 7,4 juta warga Amerika. Di Amerika, Covid-19 menelan lebih dari 209.000 korban jiwa dan menyebabkan ekonomi babak belur yang berujung pada hilangnya jutaan pekerjaan.

Dua anggota staf Gedung Putih terbukti positif Covid-19 beberapa pekan lalu dan ajudan pribadi Trump, Nicholas Luna, juga terinfeksi virus corona, menurut sumber yang mengetahui kondisi tersebut.

Ditanya mengenai pemeriksaan apa yang mengungkapkan kondisi paru-paru Trump, Conley menjawab: ''Ada sejumlah temuan perkiraan, namun tidak ada masalah klinis yang berarti.''

Tanggapan Conley menunjukkan bahwa sinar X mengungkapkan tanda-tanda pneumonia (radang paru-paru), kata Dr. Amesh Adalja, spesialis penyakit menular di Universitas Johns Hopkins.

''Temuan yang diprediksikan yaitu Trump terbukti mengalami pneumonia dalam sinar X. Jika itu normal mereka akan dikatakan normal,'' kata Adalja, dilansir dari Reuters.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kuliner, Kesehatan
wwwwww