Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Parlemen

RUU Ciptaker Seperti Kejar Target Dan Tidak Peka Dengan Harapan Rakyat

RUU Ciptaker Seperti Kejar Target Dan Tidak Peka Dengan Harapan Rakyat
Kepala Badan Pembinaan Organisasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herman Khaeron
Senin, 05 Oktober 2020 15:11 WIB
JAKARTA - Polemik Omnibus Law RUU Cipta Kerja akan memuncak pada pekan ini. Sejumlah elemen buruh sudah terang menyatakan akan melakukan aksi mogok nasional lantaran Baleg DPR sudah menyepakati substansi RUU tersebut.

Sejak jauh hari Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herman Khaeron mengaku sudah mengkritik habis pembahasan RUU Ciptaker. Ada sejumlah kejanggalan yang menjadi sorotannya.

"Sejak awal saya mengkritisi RUU Ciptaker yang seperti mengejar target, ada ketidaklaziman pembahasan, dan secara substansi tidak peka terhadap harapan rakyat, selain sedang pandemi Covid-19," ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (5/10).

Menurut anggota Komisi VI DPR ini, sikap Partai Demokrat yang menolak RUU ini dibawah ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU sudah tepat.

"Sudah tepat jika Partai Demokrat menolak untuk diundangkan," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww