Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
24 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
21 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
6 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
6 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Cendekia

Santri Dijebak Kasus Narkoba, Oknum Polisi Diamankan Pengasuh Pondok Pesantren di Madura

Santri Dijebak Kasus Narkoba, Oknum Polisi Diamankan Pengasuh Pondok Pesantren di Madura
Selasa, 25 Agustus 2020 23:26 WIB

SAMPANG - Pondok Pesantren Darul Amin Sumber Telor Desa Pandiyengan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura tiba-tiba heboh dengan kerumunan massa.

Kedatangan massa muncul setelah beredar kabar penangkapan salah satu santri diduga dijebak dalam kasus narkoba jenis sabu oleh oknum kepolisian setempat.

Akibatnya, oknum polisi yang hendak meringkus santri tersebut ditahan oleh majelis pengasuh pondok pesantren hingga larut malam, (24/8/2020).

Bahkan, pada malam hari itu juga warga setempat beserta partisipan Ponpes Darul Amin Sumber Telor mendatangani lingkungan Ponpes hingga menarik perhatian Kapolres Sampang dan Bupati Sampang.

Menurut salah satu partisipan, IM (29) mengatakan, penangkapan salah satu santri diduga adanya kepentingan dari beberapa kalangan untuk menjelakkan nama Ponpes terkait dengan cara merekayasa santri memakai narkoba.

"Yang kami takutkan peristiwa ini untuk menjelekkan ajaran di pesantren ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat proses penangkapan, pada saat itu juga ada kegiatan kunjungan wali santri kepada anak-anaknya.

Dugaan penjebakan tersebut kata IM dilakukan saat memontum tersebut dengan memberikan sabu kepada keluarga santri yang tidak lain adiknya sendiri.

Setelah barang haram tersebut berhasil dibawa masuk, terdapat seseorang sembari menerima telepon menghampiri anak tersebut.

"Kemudian melakukan interaksi dan menyuruh agar sabu itu untuk diberikan kepada kakaknya," terangnya.

"Kemudian saat barang itu dikeluarkan dari pecinya, seketika pihak kepolisian datang untuk meringkus dan dibawa ke Polsek Robatal," imbuh IM.

Mengetahui hal itu, kepanikan terjadi dan berselang beberapa menit pihak kepolisian datang kembali ke lingkungan Ponpes untuk mengamankan barang bukti.

Barang bukti yang diamankan adalah sepeda motor yang dikendarai oleh keluarga santri tersebut. Namun, pihak keluarga beserta partisipan yang berada di lokasi tidak terima dengan tindakan pihak kepolisian lantaran diduga ada permainan belaka.

"Polisi yang sempat masuk ke pesantren tersebut ditahan oleh pengasuh Ponpes," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz beserta Bupati Sampang, Slamet Junaidi datang ke Ponpes Darul Amin Sumber Telor Desa Pandiyengan untuk mencarikan suasana yang pada saat itu warga dan partisipan berkumpul di lingkungan Ponpes.

Ketenangan mulai terjadi setelah pengasuh Ponpes KH. Abdul Malik berdiskusi bersama Bupati Sampang dan Kapolres Sampang. Ia meminta ada tindakan tegas terhadap oknum polisi tersebut yang berinisial AG yang merupakan anggota Polsek Robatal agar secepatnya dipindah.

"Kami juga berharap menangkap penunjuk jalannya dalam permasalahan ini," katanya.

Sementara, Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengatakan dengan kedatangannya ke lokasi diharapkan masyarakat tidak resah dengan adanya persoalan tersebut.

Ia meminta agar masyarakat mempercayai pihaknya, beserta ulama dan kepolisian untuk menyelesaikannya. "Saya inginkan Kabupaten Sampang kondusif agar pembangunan cepat selesai, karena masih banyak agenda besar lainnya," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunews.com
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww