Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
17 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
15 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
18 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
3 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
54 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kata Ulama Hasan al-Bashri, Ibadah Ini Lebih Baik dari Shalat 1.000 Rakaat

Kata Ulama Hasan al-Bashri, Ibadah Ini Lebih Baik dari Shalat 1.000 Rakaat
Ilustrasi. (int)
Selasa, 25 Agustus 2020 10:32 WIB

DIKISAHKAN, ada seseorang ingin bertemu Tsabit al-Bunani. Tsabit adalah seorang ahli ibadah serta memiliki pangkat dan banyak harta. Seseorang tersebut bermaksud meminta bantuan Tsabit memberikan utang untuk memenuhi kebutuhannya.

Dikutip dari Republika.co.id, ulama besar di Basrah, Hasan al-Bashri, kemudian meminta beberapa muridnya untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan Tsabit tersebut.

''Temuilah Tsabit Al Bunani dan pergilah kalian bersamanya,'' kata Hasan al-Bashri kepada muridnya.

Lalu, mereka mendatangi Tsabit yang ternyata sedang iktikaf di masjid. Tsabit minta maaf karena tidak bisa pergi bersama mereka. Mereka pun kembali lagi kepada Hasan dan memberitahukan perihal Tsabit.

Hasan berkata, ''Katakanlah kepadanya, 'Hai U'aimas, hai Uaimasy, apa engkau kira shalatmu adalah ibadah satu-satunya? Demi Allah, kepergianmu untuk membantu saudaramu yang membuthkan lebih baik dari seribu rakaat.''

Kemudian, mereka kembali menemui Tsabit dan menyampaikan apa yang dikatakan Hasan al-Bashri. Maka, Tsabit pun meninggalkan iktikafnya dan pergi bersama mereka untuk membantu orang yang membutuhkan itu.

Hikmah dari kisah tersebut adalah, bahwa banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Bisa dengan menolong dalam bentuk tenaga, memberikan bantuan dalam bentuk materi, memberi pinjaman, memberikan taushiyah keagamaan, meringankan beban penderitaan, membayarkan utang, memberi makan, hingga menyisihkan waktu untuk menunggu tetangga yang sakit.

Adalah ironi jika banyak orang kaya yang lebih senang naik haji berulang kali daripada membantu kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Banyak juga orang kaya yang jor-joran membangun masjid mewah, sedangkan di sekelilingnya masih banyak kaum fakir miskin yang membutuhkan bantuan. Padahal, Allah tidak butuh disembah dengan indahnya masjid ataupun ibadah haji yang berulang-ulang. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww