Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?

Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Gambar: Tangkapan layar video Ist.
Rabu, 05 Agustus 2020 11:49 WIB
JAKARTA - Presiden AS, Donald Trump mengatakan, para jenderal militer AS 'merasakan' ledakan besar yang memporak porandakan Beirut, Lebanon, dalah 'serangan mengerikan' yang kemungkinan disebabkan oleh sebuah bom.

"Sepertinya itu didasarkan pada ledakan. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa begitu. Ini bukan - semacam jenis ledakan manufaktur dari suatu peristiwa. Mereka tampaknya berpikir itu adalah serangan. Itu semacam bom, ya," kata Trump pada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari apnews.com, Rabu (5/8/2020).

Seperti diketahui, sebuah ledakan terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020). Ledakan itu meratakan pelabuhan, merusak gedung-gedung di ibukota dengan kekuatan gempa berkekuatan 3,5, menurut pusat geosains Jerman GFZ, dan didengar serta dirasakan sejauh Siprus lebih dari 200 kilometer (180 mil) melintasi Mediterania.

Lebih dari 70 orang tewas dan 3.000 orang luka-luka, dengan mayat-mayat terkubur di reruntuhan, kata para pejabat setempat.

Menteri Dalam Negeri Lebanon mengatakan, tampaknya ada persediaan amonium nitrat dalam jumlah besar di pelabuhan dan telah meledak.

Sebelum ledakan terjadi, Lebanon memang dalam kondisi perekonomian yang lemah. Negara ini mengalami hiper inflasi dengan tingkat inflasi mencapai 89.74 persen pada Juni 2020, berdasarkan tulisan Guardian.

Reuters menulis, nilai Pound terdegradasi hingga 80 persen dari dolar AS.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Kuliner, GoNews Group
wwwwww