Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
22 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
8 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  Rumbai

Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari

Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni bersama jajaran menghadiri peluncuran kampus nagari secara daring. (ANTARA/HO)
Senin, 03 Agustus 2020 18:16 WIB
PAINAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat kini memiliki tiga kampus nagari yang digunakan untuk memudahkan proses perkuliahan daring bagi mahasiswa asal daerah setempat di masa pandemi COVID-19.

"Satu dari tiga kampus nagari di Pesisir Selatan berada di Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, sementara dua lainnya di Nagari Pasir Binjai dan Sungai Pulai, Kecamatan Silaut," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni usai mengikuti peluncuran kampus nagari secara daring oleh pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Painan, Senin (3/8/2020).

Kedepan, tambah dia, pihaknya mengupayakan agar seluruh nagari di daerah setempat memiliki kampus nagari dengan terus melengkapi sarana dan prasarana pendukung.

"Pembentukan kampus nagari saat ini hingga beberapa waktu ke depan sangat dibutuhkan mengingat tidak ada kepastian kapan wabah COVID-19 berakhir," ungkapnya.

Karena, sebutnya belajar secara mandiri tanpa memanfaatkan keberadaan kampus nagari maka akan menyedot biaya tambahan seperti untuk membeli paket internet.

"Khusus di tiga nagari di Pesisir Selatan yang telah ada kampus nagari terdapat lebih kurang 100 mahasiswa dan dengan mereka memanfaatkan kampus nagari, tentu para orang tua akan terbantu perihal biaya pembelian paket internet," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Nagari Development Center (NDC) Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Ir Feri Arlius yang juga mengikuti peluncuran, menyebut pembentukan kampus nagari berawal dari keprihatinan tidak bisa digelarnya perkuliahan tatap muka akibat COVID-19.

Berawal dari sana muncul gagasan untuk mendirikan kampus nagari yang diyakini dapat menunjang proses perkuliahan dengan biaya murah namun efektif.

Menurutnya selain memudahkan mahasiswa, keberadaan kampus nagari juga memiliki beberapa manfaat seperti membantu nagari keluar dari status keterisoliran.

Pada kesempatan itu dari pemerintah pusat hadir Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Nasrun Anhar, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri dan jajaran, perwakilan dari Dirjen Dikti Prof Aris Junaidi serta Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni beserta sejumlah pejabat daerah setempat. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Balai Kota, Binawidya, Rumbai
wwwwww