Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
6 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
6 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
8 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Ajak Milenial Terjun ke Sawah, Gus Jazil: Kini Bertani Gak Harus Kotor

Ajak Milenial Terjun ke Sawah, Gus Jazil: Kini Bertani Gak Harus Kotor
Jazilul Fawaid saat panen buah Melon di IPB Bogor. (GoNews.co)
Sabtu, 18 Juli 2020 22:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Melalui Inovasi teknologi yang digagas perguruan tinggi seperti yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB), para petani di Indonesia diyakini kian makmur dan sejahtera.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid usai menyaksikan langsung inovasi teknologi pertanian yang sedang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (17/7/2020).

"Inovasi-inovasi seperti ini perlu dikembangkan dan perlu didukung semua pihak. Melihat kondisi saat ini, ladang persawahan yang kian sedikit dan banyak petani masih menggunakan cara-cara tradisional," ujarnya.

Dengan dukungan teknologi kata Gus Jazil, kaum milenial pun bisa menjadi petani handal tanpa harus takut kotor. "Petani yang ada sekarang itu usianya sudah diatas 40-60 tahun. Artinya perlu generasi penerus untuk kesinambungan pangan negara kita. Melalui teknologi moderen, kaum milenial tak harus takut lagi dengan lumpur. Seperti di IPB itu semua sudah menggunakan cara cara moderen," tandasnya.

"Mulai dari penyiapan lahan, bibit, penanaman hingga panen, semua pakai teknologi. Ini yang harus kita suport," tambahnya.

Selain tanaman sayuran, buah-buahan dan Padi, Gus Jazil juga memberi contoh inovasi teknologi dari IPB seperti penggunaan robot untuk panen sawit dengan mendeteksi buah sawit yang sudah matang. Begitu pula inovasi teknologi di pertanian. Dengan inovasi teknologi, satu hektar lahan sawah bisa menghasilkan 11 ton padi. "Ini luar biasa di tengah lahan sawah kita yang kurang. IPB sudah menemukan teknologinya," tuturnya.

Pria asal Pulau Bawean, Gresik Kediri itu mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi IPB yang telah melakukan inovasi teknologi agro maritim 4.0.

"Kekayaan sumber daya Indonesia bisa dimaksimalkan dengan inovasi teknologi. Ini harus menjadi landasan bagi pemerintah karena fokus pemerintah saat ini adalah pengembangan dan keunggulan sumber daya manusia," terangnya.***

wwwwww