Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
7 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
7 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
9 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dinilai Gagal, PMII Jatim Desak Jokowi Copot Menag Fachrul Razi

Dinilai Gagal, PMII Jatim Desak Jokowi Copot Menag Fachrul Razi
Sabtu, 18 Juli 2020 22:18 WIB
JAKARTA - Suara kritikan terhadap kinerja kabinet Indonesia Maju terus menggelinding usai Presiden Jokowi menunjukkan kemarahannya Kamis (18/6) lalu saat sidang kabinet paripurna.

Saat itu Jokowi mengaku jengkel karena para menterinya tidak memiliki sens of crisis menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19). Suara perombakan kabinet Jokowi itu ditanggapi oleh aktivis mahasiswa Nahdliyin, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Abdul Ghoni menilai Kementerian Agama (Kemenag) RI merupakan lembaga paling tidak serius mulai dari awal kabinet terbentuk. "Berbicara kinerja menteri, apa yang disampaikan presiden soal menteri harus kerja extraordinary adalah Menteri Agama yang hampir tak mencerminkan keseriusan dari awal", kata Abdul Ghoni, Sabtu (18/7).

Aktivis dari pulau Jawa paling timur ini melihat Fachrul Razi sebagai pemimpin di Kemenag, tidak mempunyai capaian program selama pandemik Covid-19. "Persoalan pendidikan di bawah naungan Kemenag, Menag gagal hadir di tengah-tengah kampus ketika pandemi ini," imbuhnya.

"Sering menghilang dan gak mau berdialog, mendengarkan keluh kesah mahasiswa selama ini," terangnya.

Ghoni mewakili kader PMII di Jawa Timur menyatakan tidak puas atas kinerja Menteri Agama. Ia meminta Presiden Jokowi mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.

"Saya sih menyarankan kepada presiden untuk reshuffle menteri agama", ujarnya.

Menurut Abdul Ghoni, isu dan kebijakan tentang pendidikan dan radikalisme akan menjadi konsentrasi bangsa ke depan. Tantangan itu harus dilakukan oleh pemimpin yang betul-betul memahami isu dan problematika bangsa. "

Daripada kementerian agama hancur, mending ganti," pungkas Abdul Ghoni.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, GoNews Group
wwwwww