Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
23 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
2
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
8 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
3
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
12 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
8 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
8 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
6 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU

DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA Lanyalla Mattaliti (tengah), Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna (kiri), Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono (kanan). (Foto: Zul/GoNews.co)
Kamis, 16 Juli 2020 12:29 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA Lanyalla Mattaliti menyatakan, lembaganya tengah berupaya membantu daerah dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah melalui penyusunan Rancangan Undang-Undamg (RUU).

La Nyalla menyebut, RUU tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), RUU Investasi dan Penanaman Modal Daerah, RUU Bumdes, adalah RUU-RUU yang ditujukan untuk itu.

"Termasuk yang sudah masuk daftar prolegnas yaitu RUU Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah," kata La Nyalla dalam jumpa pers bersama Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Media Center DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Kemandirian fiskal daerah, ditegaskan La Nyalla, merupakan aspek yang sangat penting dalam otonomi daerah secara keseluruhan. Indikator kemandirian fiskal daerah sementara ini, masih menunjukkan bahwa sebagian besar daerah belum mandiri.

Pernyataan LaNyalla tersebut, menyusul gelaran Sidang Paripurna Luar Biasa Pimpinan DPD RI yang berlangsung sesaat sebelum jumpa pers berlangsung.

BPK RI, menyampaikan laporan pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun anggaran 2019.

Ada laporan tambahan dari BPK yakni laporan hasil review pelaksanaan tranparansi fiskal, kesinambungan fiskal, serta kemandirian fiskal pemerintah daerah tahun 2018 dan 2019. Laporan ini lah yang kemudian menjadi catatan penting bagi DPD RI sebagai lembaga representasi daerah.

Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna menyatakan, kemandirian fiskal ini adalah sesuatu yang sangat penting karena ini terkait dengan kinerja pembangunan daerah dan kinerja program desentralisasi atau program otonomi daerah yang sudah berlangsung dari tahun 2000.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Kampus, GoNews Group
wwwwww