Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
15 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
12 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
12 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
15 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
18 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat

Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Minggu, 05 Juli 2020 10:58 WIB
JAKARTA - Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memproduksi massal kalung anti virus corona dengan bahan dasar kayu putih, mulai mendapat sorotan tajam. Apalagi dalam memproduksi kalung tersebut, Kementan justru menggandeng swasta yakni PT Eagle Indo Pharma atau produsen Cap Lang dan bukan BUMN Farmasi milik negara.

Menurut rilis Kementan, pembuatan kalung ini sebagai usaha Pemerintah berkontribusi mengatasi pandemi Covid-19. Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung produksi dan usaha anak bangsa.

Di media sosial banyak netizen yang mempertanyakan kenapa Kementan mengajak swasta sementara ada BUMN negara yang juga bisa membuat hal yang sama. Misalnya Kimia Farma, Indofarma dan Biofarma. Perusahaan obat dan vaksin milik negara itu dinilai sangat mampu memproduksinya.

Apalagi sampai saat ini belum ada hasil uji lab yang bisa dipertanggungjawabkan terkait kebenaran khasiat kayu putih untuk menangkal virus corona. Banyak netizen menyarankan Kementan agar berkoordinasi dengan BUMN farmasi tersebut. Agar rakyat sebagai konsumen mendapatkan obat yang benar berkhasiat dan bukan dicap sebagai ajian jimat.

"Ini belum ada hasil uji klinisnya, tiba-tiba sudah jadi kalung anti virus corona. "Ajaib benar negeriku," ujar netizen, Arya. Kontroversi soal kalung ini juga belum direspon oleh pihak Kementerian Kesehatan dan Badan POM sebagai otoritas yang paling berwenang soal pengadaan, produksi dan pengawasan obat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:GoNews Group, Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww