Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Jika Reshuffle Kabinet, GP Ansor Minta Presiden Jokowi Ganti Menag

Jika Reshuffle Kabinet, GP Ansor Minta Presiden Jokowi Ganti Menag
Selasa, 30 Juni 2020 19:05 WIB
JAKARTA - Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Syafiq Syauqi mendukung rencana Presiden Joko Widodo yang hendak melakukan reshuffle kabinet.

Terutama terhadap menteri yang dinilai tidak tanggap krisis dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Menurut Syafiq, pernyataan Presiden Jokowi mewakili keprihatinan ratusan juta penduduk Indonesia.

"Kami memaklumi dan respect dengan kepekaan bapak presiden, bahwa memang banyak sekali kinerja kementerian yang lambat dan tidak mengerti skala prioritas kebijakan sehingga masyarakat belum merasakan akslerasi program pemerintah," jelas Syafiq Syauqi, dalam keterangan persnya.

Pada bagian lain Syafiq yang mewakili jutaan kader Gerakan Pemuda Ansor di Jawa Timur menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja Menteri Agama dan mendesak Presiden mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.

"Pertemuan Kiai Sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo pada Kamis lalu adalah puncak kegelisahan para ulama dan kiai atas diamnya pemerintah pada nasib pesantren di era pandemik ini. Pesantren dibiarkan sendirian tanpa ada keberpihakan negara. Maka reshuffle menteri agama bukanlah aspirasi yang berlebihan" jelas kader Ansor yang akrab disapa Gus Syafiq itu.

Menurut catatan Gus Syafiq setidaknya ada beberapa catatan penting sehingga selayaknya presiden melakukan Reshuflle kepada Fachrul Razi.

Sejak awal memimpin banyak kegaduhan dan overlaping tugas yang dilakukan Fahrur Rozi. Di antaranya adalah masalah cadar yang sebetulnya adalah ikhtilaf di dalam pemahaman Islam.

Kemudian seolah tidak mengerti orientasi tugasnya ketika dia berbicara tentang pemulangan combatan eks-ISIS yang sebetulnya adalah ranah kewenangan BNPT dan Kementerian Luar Negri.

“Selanjutnya kami juga merasa malu dan risih ketika Plt Dirjen Bimas Katolik diisi oleh orang Muslim," sambungnya.

Hal ini, menurut Syafiq, kelihatan sepele tapi jelas menunjukan bahwa Menag tidak paham perasaan kebangsaan dan tenggang rasa.

“Tapi dari semua catatan itu tentu bagi kami mewakili keresahan kaum pesantren adalah tidak adanya program prioritas dan extraordinary di tengah pandemik ini dari Menteri Agama Fachrul Razi kepada dunia pesantren.

"Visi besar pak Jokowi di periode kedua ini adalah peningkatan SDM di antaranya adalah pesantren. Menag Fachrul Razi saya nilai gagal menjalankan visi besar itu dan layak untuk direshuffle" tegas Gus Syafiq.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:GoNews Group, Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww