Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

'Resuffle' Tiga Kementerian, Mardani Tunggu Aksi Presiden dalam Sepekan

Resuffle Tiga Kementerian, Mardani Tunggu Aksi Presiden dalam Sepekan
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). (Gambar: Tangkapan layar video Setpres)
Senin, 29 Juni 2020 10:07 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi bidang Pemerintahan, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi DPR RI, Mardani Ali Sera, mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah bersikap tegas dan jelas dalam pidatonya di Sidang Kabinet 18 Juni 2020, lalu. Politisi PKS ini berharap, ketegasan Presiden tak berhenti di sebatas pernyataan.

"Sepekan paling lambat, mesti ada tindak lanjut aksi dan keputusan tegas dan jelas dari pernyataan itu," kata Mardani kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Jika tidak ada aksi, menurut Mardani, "maka Pak Jokowi justru yang disebut tidak punya sense of crisis,".

Dalam pidato di hadapan para pimpinan Kementerian dan Lembaga Negara tersebut, Presiden menyatakan ketidakpuasannya pada kinerja jajarannya dalam penanggulangan pandemi. Presiden juga menyatakan bahwa Ia telah berpikir soal resuffle dan pembubaran lembaga.

Dalam video pidato presiden yang dipublikasikan kanal Youtube Setpres pada Minggu (28/6/2020) itu, Presiden menekankan pentingnya jajaran kabinet memiliki sense of crisis di masa pandemi. Kerja-kerja penanggulangan Pandemi ditegaskan presiden, harus secara extraordinary dan menerapkan manajemen krisis.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyinggung kementerian bidang kesehatan, ekonomi, sosial yang belum cukup menunjukkan hasil kerja signifikan dalam penanggulangan pandemi. Presiden, mendorong percepatan belanja kementerian agar bisa men-trigger ekonomi.

Menurut Mardani, ketiga Kementerian tersebut memang tulang punggung penjaga rakyat di masa krisis Pandemi Covid-19 saat ini. Sikap kerja yang biasa memang tidak akan mampu memenangkan 'pertempuran'.

"Tiga kementerian ini, dalam sepekan mesti mampu menunjukkan aksi luar biasa. Jika tidak, sepakat ketiganya mesti 'disegarkan'" tandas Mardani.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww