Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Game Online dan Drama Korea Ancaman Serius bagi Penghafal Alquran

Game Online dan Drama Korea Ancaman Serius bagi Penghafal Alquran
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (GoNews.co)
Sabtu, 27 Juni 2020 21:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
CIANJUR - Memakai dan menikmati kecanggihan tekhnologi berlebihan, bisa menghancurkan masa depan anak-anak muda Islam.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid saat menghadiri acara Haul ke 27, Pendiri Ponpes Raudhatul Muta'allimin, KH. Muhamad Almaghfur, di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2020).

"Akibat kecanggihan tekhnologi, anak- anak muda kita sering lalai dengan ibadah, belajar bahkan Sekolah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Gus Jazil, sapaan akrabnya, juga menyoroti gangguan nyata bagi generasi Islam khusunya bagi pecinta dan penghafal Alquran.

Salahsatunya kata Dia, adalah dunia hiburan yang saat ini banyak terdapat dalam genggaman remaja. Misalnya kata Dia, Drama Korea, Game Online dan banyak lagi aplikasi - aplikasi yang membuat candu dan bisa membahayakan kecintaan remaja Islam ke Alquran.

"Sekarang ini saingan dan gangguan orang untuk membaca Alquran semakin banyak. Mulai dari game online, drama Korea, hingga dunia hiburan lainnya. Karena itu, untuk bisa terus membaca Alquran, butuh Perjuangan dan pengorbanan," kata Gus Jazil.

Dalam kesempatan tersebut, Koordiantor Nasional Nusantara Mengaji itu, juga mengajak umat Islam Indonesia untuk terus melanjutkan cita-cita serta perjuangan para ulama.

Caranya kata Dia, yakni dengan memakmurkan pondok pesantren, mempelajari agama dengan bersungguh-sungguh, serta mencintai Alquran.***

wwwwww