Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Massa Aksi Tolak RUU HIP Gelar Salat di Depan DPR

Massa Aksi Tolak RUU HIP Gelar Salat di Depan DPR
Massa aksi tolak RUU HIP Salat di Depan DPR. (CNNIndonesia.com)
Rabu, 24 Juni 2020 15:04 WIB
JAKARTA - Massa pengunjuk rasa tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menggelar salat zuhur di depan gerbang area Kompleks MPR/DPR, Rabu (24/6/2020).

Barisan atau saf antar jemaah berjarak kurang dari satu meter, tak sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mereka menggelar salat dengan menggunakan alas dari terpal, sorban, hingga spanduk dipimpin oleh imam salat yang berada di atas mobil komando aksi.

Aksi unjuk rasa menolak RUU HIP digelar sekitar pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai di depan area kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Mereka tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI).

Adapun sejumlah ormas yang tercatat masuk dalam aliansi tersebut antara lain, Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Dalam aksinya, mereka menolak konsep Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP yang prosesnya kini masih dibahas di DPR.

Namun demikian, mayoritas fraksi di DPR dikabarkan menolak pembahasan RUU HIP menyusul berembusnya isu kebangkita nkomunisme dalam RUU tersebut. Fraksi PDIP sebagai pengusul RUU juga mendukung langkah pemerintah untuk menunda pembahasan RUU HIP.

Pengalihan Lalin Situasional

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya mengupayakan agar tidak ada pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi demo RUU HIP di depan Gedung DPR, Senayan.

Lihat juga: Fraksi PAN Desak Pimpinan DPR Cabut RUU HIP dari Prolegnas
Sambodo menuturkan jika ruas jalan mesti ditutup karena jumlah massa yang bertambah, pihaknya mengupayakan agar jalur Transjakarta tetap bisa diakses.

"Kalaupun jalur tertutup oleh massa, kita berupaya agar jalur busway tetap bisa dilewati," ucap Sambodo.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardji mengatakan rekayasa lalu lintas di depan Gedung DPR dilakukan situasional.

"Kalau memang benar-benar padat kita alihkan. Sekarang jalur seperti biasa termasuk busway maupun tol," kata di saat ditemui di depan Gedung DPR.

Ia mengatakan jika lalu lintas padat, rekayasa akan dilakukan dengan mengalihkan kendaraan dari Jalan Gatot Subroto yang hendak menuju Slipi diarahkan ke Jalan Gerbang Pemuda. Pengendara tidak bisa langsung menuju arah Slipi dengan melintasi depan Gedung DPR/MPR.

"Untuk sementara penyampaian pendapat kalau dia 500-700 (orang), paling dia ambil satu jalur, kita jalur arteri dan busway tetap jalankan," ucap dia.

Saat ini lalu lintas di depan Gedung DPR terpantau ramai lancar. Massa peserta demo terlihat belum tumpah hingga memadati jalanan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, GoNews Group
wwwwww