Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
13 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
7 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Stok Beras Bulog Sumbar Tidak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Stok Beras Bulog Sumbar Tidak Terpengaruh Pandemi Covid-19
Kepala Bulog Wilayah Sumbar, Tommy Despalingga. (ANTARA/Miko Elfisha)
Selasa, 23 Juni 2020 23:21 WIB
PADANG - Stok beras Badan Urusan Logistik (Bulog) wilayah Sumatera Barat tidak terganggu pandemi COVID-19 dan masih cukup untuk tiga bulan ke depan.

"Bulog sebagai lembaga yang mendapat penugasan beras dari pemerintah, ada atau tidak ada pandemi COVID-19, tetap harus memastikan stok minimal cukup untuk tiga bulan," kata Kepala Bulog Wilayah Sumbar Tommy Despalingga di Padang, Selasa.

Ia mengatakan stok beras di Bulog Sumbar saat ini sebanyak 10.300 ton. Jumlah itu masih mencukupi untuk kebutuhan hingga September 2020.

"Kalau penyaluran kita antara 2.000-2.500 ton per bulan, maka stok kita masih aman," katanya.

Meski demikian, evaluasi akan dilakukan pada Juli 2020 untuk memastikan kebutuhan beras di Sumbar. Jika kebutuhan ternyata naik, maka akan diminta tambahan pasokan beras dari pusat.

"Intinya berapapun kebutuhan, Bulog siap menyediakan," ujarnya.

Pada masa pandemi COVID-19, Sumbar mengambil kebijakan untuk "merumahkan" pekerja maupun anak sekolah sejak Maret 2020. Kebijakan itu dilanjutkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid I dan II.

Salah satu poin dari PSBB juga membatasi kegiatan di luar rumah. Berbagai sektor terdampak oleh kondisi itu, termasuk pertanian, sehingga dikhawatirkan stok pangan di daerah menipis.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut sektor pertanian tidak terlalu terdampak COVID-19. Produksi masih terus berjalan, hanya saja daya beli masyarakat menurun sehingga produk pertanian rentan tidak terjual.

"Secara produksi terpengaruh sedikit, tetapi dampaknya tidak terlalu parah, seperti pada sektor pariwisata atau industri," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Binawidya
wwwwww