Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
23 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
9 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tanpa Tatao Muka, Tim Paracycling Indonesia Mulai Latihan

Tanpa Tatao Muka, Tim Paracycling Indonesia Mulai Latihan
Fadilah Umar. (Antara)
Rabu, 10 Juni 2020 20:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Paralimpiade 2020 mulai digelar meski baru diisi program latihan tanpa tatap muka akibat pandemi COVID-19 yang belum reda. Hal itu diungkapkan pelatih dan koordinator tim paracycling Indonesia, Fadilah Umar di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Sebelumnya, delapan cabang olahraga Paralimpiade yang menjalankan pelatnas di Kota Solo, Jawa Tengah terpaksa dihentikan pada Maret dan seluruh atletnya dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Sejak bulan ini sudah dimulai lagi setelah ada kebijakan baru dari Kemenpora karena masih ada sisa persiapan untuk ASEAN Paragames selama dua bulan dan Paralimpiade lima bulan yang harus dijalankan," kata Fadilah saat dikonfirmasi dari Antara.

Dalam bentuk latihan di era normal baru ini, pelatih memberikan program latihan kepada para atlet yang nantinya akan dilaporkan oleh atlet setelah selesai berlatih untuk keperluan evaluasi.

Latihan secara daring dilakukan sebanyak 5-6 kali dalam satu pekan dan dilaksanakan setiap pagi. Dalam periode satu pekan tersebut, latihan terdiri dari tiga kali latihan menggunakan sepeda dan tiga kali pengkondisian stamina serta latihan beban.

"Istilahnya ini pelatnas mandiri, dan karena di paracycling tidak ada lomba sampai akhir 2020 jadi kami latihannya hanya jaga kondisi badan. Latihan berdasarkan perlengkapan yang dimiliki atlet, makanya kami data mereka punya apa di rumah. Kami buatkan program latihan sesuai yang mereka punyai," kata Fadilah memaparkan.

Meski program latihan di masa normal baru ini dirasa kurang maksimal, namun tim paracycling mengambil sisi positifnya dari aspek ekonomi. Ia menceritakan, sejak pelatnas dihentikan pada bulan Maret, praktis atlet tidak menerima gaji.

Selama tiga bulan, yaitu pada Maret-Mei, atlet tidak memiliki pemasukan karena mereka tidak mengikuti pelatnas meski tetap melakukan latihan mandiri di rumah.

"Meski latihan mandiri dan kami pantau dari jauh ya tidak gajian. Untungnya ada kebijakan baru dari Kemenpora untuk melanjutkan pelatnas per bulan ini," katanya menceritakan.

Paracycling menjadi salah satu cabang olahraga yang berhasil meloloskan salah satu atletnya ke ajang Paralimpiade Tokyo 2020, yaitu M. Fadli Imammuddin.

Nantinya, Fadli dibidik untuk turun pada nomor Track yang diprediksi punya peluang bagus dari pada nomor ITT atau Road Race. ***

wwwwww