Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
15 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
18 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
4 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sederet 'Penjemputan Paksa' Jenazah Pasien terkait Covid-19

Sederet Penjemputan Paksa Jenazah Pasien terkait Covid-19
Polisi saat menenangkan ratusan ojol yang meminta jenazah rekannya dipulangkan dari RSUD Soetomo. (Gambar: Tangkapan layar video metrotvnews.com)
Selasa, 09 Juni 2020 17:09 WIB
JAKARTA - Penjemputan jenazah terkait Covid-19 terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Penjemput, menolak jenazah dikebumikan dengan protokol Covid-19.

Di Bekasi, Senin (8/6/2020), sebagaimana diiberitakan metrotvnews, puluhan warga 'menjemput paksa' jenazah dengan status PDP covid-19 di Bekasi, Jawa Barat. Warga yang berasal dari Kampung Gabus Duku, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi memaksa pihak RS menyerahkan jenazah karena menolak pemakaman dengan protokol covid-19.

Di Surabaya, Minggu (7/6/2020), ratusan pengemudi ojek online di Surabaya, Jawa Timur menjemput jenazah rekan mereka. Massa menolak rekan mereka disebut meninggal dunia karena covid-19 melainkan meninggal akibat dibegal.

"Setelah media selama 7 jam, pihak rumah sakit (RSUD Soetomo) lantas mengatakan hasil tes lain yang menyatakan pasien negatif Covid-19, dan jenazah akhirnya dibawa pulang," kutipan berita tersebut.

Di Makassar, peristiwa 'penjemputan paksa' jenazah terkait Covid-19 bahkan terjadi beberapa kali. Penelusuran daring mencatat, 'penjemputan paksa' terjadi di RS Dadi pada Rabu (3/6/2020), selanjutnya di RS Labuan Baji pada Jumat (5/6/2020) dan RS Stella Maros pada Minggu (7/6/2020).

Seperti apa sebetulnya protokol pemakaman Covid-19 yang ditetapkan pemerintah? Mengutip tata cara pengaturan jenazah positif Covid-19-yang juga disosialisasikan Indonesia.go.id, setelah diamandikan "jenazah kemudian ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik. Jenazah yang sudah dikafani dan dibungkus plastik kemudian disemprotkan cairan klorin sebagai disinfektan. Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar dan sebelumnya sudah disinfeksi. Jenazah beragama Islam posisinya di dalam peti dimiringkan ke kanan. Dengan demikian kompilasi dikuburkan jenazah menghadap ke Arah kiblat,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Kampus, GoNews Group
wwwwww