Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
2 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Jelang Pembukaan 15 Juni, Pengelola Mal Dorong Pembayaran Non Tunai

Jelang Pembukaan 15 Juni, Pengelola Mal Dorong Pembayaran Non Tunai
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 09 Juni 2020 16:04 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), A. Stefanus Ridwan, mendorong metode pembayaran non-tunai (cashless) melalui ponsel (smartphone). Hal ini untuk menurunkan risiko penyebaran wabah covid-19 saat mal kembali dibuka pada 15 Juni mendatang.

"Untuk itulah kita dan semua riteler menerapkan periode cashless sehingga menurunkan resiko, pembayaran kalau bisa dilakukan tanpa uang langsung tapi digital," kata Stefanus dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable sektor Ritel, Selasa (9/6).

Dia menjabarkan tantangan dan komplikasi terhadap pengelola pusat belanja di new normal, yakni kebutuhan untuk melindungi pelanggan dan karyawan terhadap covid-19 ini menjadi prioritas utama.

"Karena apabila tidak dipublikasikan perlindungan kita seperti ini maka konsumen takut untuk datang. Walaupun sekarang ada yang merasa kangen pembukaan 15 juni nanti tapi sebagian ada yang berpikir jangan-jangan nanti wabahnya meledak lagi," ujarnya.

Oleh karena itulah, pihaknya bersama semua riteler menerapkan periode cashless untuk menurunkan resiko. Pihaknya juga akan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak di toko atau restoran, sanitasi tempat umum, serta penerapan pembayaran digital di era new normal.

Begitu juga untuk prasarana umum seperti lift dan eskalator juga ada perubahan fungsi petugas kebersihan yang awalnya hanya untuk pembersihan, sekarang sudah berubah menjadi petugas yang mensanitasi dan menjaga keamanan. Petugas keamanan awalnya bertugas mengamankan, nantinya ada pekerjaan tambahan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan baik oleh pengelola, retailer, dan pengunjung sendiri.

Sementara itu, dia juga menyampaikan bahwa pola pikir dan perilaku konsumen juga menjadi berbeda sekarang. Tidak ada lagi orang yang datang ke mal hanya untuk jalan-jalan semata, melainkan untuk membeli barang yang dibutuhkan saja lalu segera pulang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww