Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
2
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP, Ini Penjelasan RS Dadi Makassar

Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP, Ini Penjelasan RS Dadi Makassar
Kamis, 04 Juni 2020 14:18 WIB
MAKASSAR - Sebuah video viral. Jenazah PDP Corona dibawa kabur keluarga. Diduga ini terjadi di RS Dadi, Makassar. Video itu beredar luas di media sosial.

Direktur RS Dadi, dr Arman Bausat membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, itu terjadi kemarin, Rabu, 3 Juni 2020.

Di video yang beredar, tampak sejumlah pria mengevakuasi jenazah terbungkus kain sarung dan meninggalkan ruangan di RS Dadi. Ada sekitar tujuh orang pria yang terlibat mengevakuasi jenazah.

Sebelum meninggal kata Arman, pasien tersebut merupakan pasien rujukan yang berstatus PDP, dan mulai dirawat di RS Dadi pada Senin, 1 Juni 2020 lalu.

"Dia belum Covid-19, masih PDP, tapi sudah keluhan sesak, batuk, apa semua, langsung masuk ruang ICU," katanya.

Namun berselang dua hari kemudian, sang pasien meninggal pada Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 14.00 Wita. Pihak RS langsung berkoordinasi ke pihak Gugus Tugas Covid-19 agar datang menjemput jenazah untuk dimakamkan di Kompleks Pemakaman Macanda, Gowa, sebagai lokasi pemakaman khusus bagi korban Covid-19.

"Nah kemarin itu waktu kejadian, prosedurnya itu otomatis petugas kami langsung menelepon ke Satgas, bahwasanya ada pasien yang kami curiga COVID meninggal. Jadi pada saat kita menelepon kita langsung menyiapkan pemulasaraan," terang Arman.

Hanya saja, kata Arman, saat pihak RS menunggu tim Gugus Tugas datang menjemput jenazah, tanpa disangka pihak keluarga lebih dulu mengevakuasi jenazah keluarganya dari RS.

"Cuma ada sedikit mis, ternyata Satgas yang menjemput mayat ini ternyata ada juga kasus kematian di RS Ibnu Sina, akhirnya terlambat datang ke sini," katanya.

Arman mengaku tak dapat berbuat saat jenazah dibawa keluarga lantaran ada puluhan keluarga jenazah lain yang menunggu di luar RS. "Ternyata ini yang meninggal, almarhum, banyak anggotanya datang sampai 50 orang. Banyak sekali dan mengamuk, pagar RS itu bolong dia anu," katanya.

"Ada yang bawa senjata tajam ada yang bawa badik. Makanya saya bilang jangan ki cari persoalan Dek, orang dalam keadaan emosi begini biasanya kalap ki toh. Sekuritiku saja sendiri dia pukul," sambungnya seperti dikutip dari Detik.

Padahal, lanjut Arman, sejak awal kedatangan pasien, pihaknya telah menjelaskan ke keluarga bahwa apabila pasien meninggal dan dicurigai Corona maka pihak RS yang akan melakukan proses pemakaman, bukan keluarga. Namun belakangan pihak keluarga membawa kabur jenazah dari RS.

Peristiwa yang sama sebelumnya, juga terjadi di Manado. Beberapa keluarga menyerbu salah satu rumah sakit di daerah itu, lalu membawa paksa jenazah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Kesehatan
wwwwww