Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
4 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Pekanbaru

Payakumbuh Kehilangan PAD Rp300 Juta dari Sektor Wisata karena Tutup

Payakumbuh Kehilangan PAD Rp300 Juta dari Sektor Wisata karena Tutup
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Andiko Jumarel. (ANTARA/Akmal Saputra)
Rabu, 03 Juni 2020 23:52 WIB
PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp300 juta dari sektor pariwisata akibat penutupan objek wisata unggulan semenjak tiga bulan terakhir.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Andiko Jumarel di Payakumbuh, Rabu, mengatakan seluruh tempat wisata yang menjadi sumber PAD telah ditutup semenjak pertengahan Maret 2020.

"Tiga tempat wisata unggulan bagi pemasukan PAD yakni Ngalau Indah, kolam renang, dan Panorama Ampangan dengan potensi pendapatan sekitar Rp100 juta per bulan," ujarnya.

Ia mengatakan target PAD dari sektor wisata pada 2020 mencapai Rp1,5 miliar, sebagian besar disumbang dari tiga tempat wisata tersebut.

Namun saat ini pihaknya tidak dapat membicarakan target lagi, karena sudah hampir tiga bulan menutup tempat wisata ini, termasuk saat Libur Lebaran yang menjadi puncak keramaian pengunjung.

"Namun kami akan tetap menatap ke depan, dan mencoba upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai target PAD semaksimal mungkin ketika objek wisata ini sudah bisa dibuka kembali," ujarnya.

Untuk persiapan new normal di kawasan wisata, pihaknya telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjalankan objek wisata saat pelaksanaan tatanan baru itu dimulai.

"Beberapa SOP yang telah dipersiapkan seperti memisahkan antara gerbang masuk dan keluar untuk pengunjung. Antrean di gerbang tiket juga diatur sedemikian rupa agar tidak berdesakan dan sesuai protokol kesehatan," sebutnya.

Selanjutnya, di pintu gerbang juga disediakan tempat cuci tangan. Untuk pengunjung, pihaknya juga mewajibkan seluruh pengunjung untuk penggunaan masker, bagi yang tidak memakai masker akan disuruh pulang atau harus membeli masker sebelum masuk ke objek wisata. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pasar & Niaga, Binawidya, Pekanbaru
wwwwww