Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
3 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kampus

Setelah Bunuh Kepala Puskesmas dan Pegawai Diskes, OPM Mutilasi Petani Yunus Sani

Setelah Bunuh Kepala Puskesmas dan Pegawai Diskes, OPM Mutilasi Petani Yunus Sani
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto. (kompas.com)
Senin, 01 Juni 2020 11:44 WIB
JAYAPURA - Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menembak dan memutilasi Yunus Sani (40), Jumat (29/5/2020), di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pembunuhan dan mutilasi terhadap warga asli Papua yang bekerja sebagai petani kebun itu hanya berselang sepekan setelah aksi keji OPM membunuh Kepala Puskesmas Kampung Wandai, Ale Melik Bogau dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya, Heniko Somau.

Dikutip dari Merdeka.com, informasi tentang mutilasi Yunus Sani diungkapkan Niko Wakey, seorang Pastur Gereja Mbegulo. Bermula ketika Niko sedang mengantar anaknya dari Enarotali ke Kampung Mbegulo. Namun, di tengah perjalanan di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda Niko melihat anggota KKSB atau OPM turun dari Kampung Magataga dan menghampiri dirinya.

''Saat menghampiri saya, KKSB atau OPM tersebut menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani,'' kata Niko berdasarkan rilis Pendam Cenderawasih.

Setelah KKSB atau OPM pergi, Niko menghampiri korban Yunus yang telah dibungkus dengan karung.

Terkait hal tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, mereka seakan menebar virus mencabut di bumi Papua.

''Ini sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua,'' kata Eko.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah, Kampus
wwwwww