Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

MPU Kecam Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' di Google yang Berisi Terjemahan Taurat, Injil dan Zabur

MPU Kecam Aplikasi Kitab Suci Aceh di Google yang Berisi Terjemahan Taurat, Injil dan Zabur
Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' berisi terjemahan Taurat, Injil dan Zabur dalam bahasa Aceh muncul di Google. (inews.id)
Minggu, 31 Mei 2020 21:38 WIB
BANDA ACEH - Masyarakat Aceh dihebohkan dengan munculnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' yang berisi terjemahan tiga kitab suci, yakni Taurat, Injil, dan Zabur dalam bahasa Aceh.

Dikutip dari inews.id, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengecam keras aplikasi tersebut. Menurut MPU Aceh, kehadiran aplikasi 'Kitab Suci Aceh' itu mengusik ketenteraman dan kerukunan antar umat beragama di Aceh.

''Kami mengecam keras terhadap hadirnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' karena kehadiran tersebut membangun citra jelek terhadap Aceh, apa lagi dalam suasana pandemi saat ini di mata dunia bahwa Aceh cukup bagus dalam melaksanakan kegiatan ibadah dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 serta mampu mencegah penyebarannya,'' kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh, Ahad (31/5/2020).

MPU Aceh juga meminta aparat penegak hukum mengungkap tuntas aktor intelektual aplikasi 'Kitab Suci Aceh'.

Faisal menduga ada pihak-pihak tertentu yang mendisain dan mencoba membangun citra jelek terhadap Aceh di mana dalam mencegah penyebaran wabah tersebut bukan hanya dengan keislaman saja, tapi ada unsur agama lainnya.

''Kami sangat mengecam terhadap upaya tersebut yang telah mencoba memanipulasi kebersamaan dan ketentraman ya memang telah terbangun dengan baik di Aceh selama ini,'' katanya.

Menurut Faisal, kehadiran aplikasi tersebut juga akan merusak kerukunan umat beragama yang telah terbangun dengan baik di provinsi paling barat Indonesia itu.

''Kami mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan menyurati Google untuk menutup aplikasi tersebut, namun demikian aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas aktor intelektualnya yang telah menghadirkan aplikasi tersebut,'' katanya.

Tgk Faisal juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mengunduh dan membagikan aplikasi tersebut, karena menjurus kepada haram yakni dapat merusak akidah. ***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww