Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
15 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
22 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kulim

Ekspor Tuna Kota Padang Terhenti Sejak Pandemi Covid-19

Ekspor Tuna Kota Padang Terhenti Sejak Pandemi Covid-19
Petugas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Padang memeriksa ikan tuna yang baru dibongkar dari kapal, di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Padang, Sumatera Barat (Antara/Iggoy El Fitra)
Jum'at, 29 Mei 2020 21:11 WIB
PADANG - Ekspor tuna dan lobster asal Kota Padang, Sumatera Barat, terhenti sejak terjadi pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) karena negara tujuan menghentikan permintaan untuk sementara waktu.

"Pandemi COVID-19 menyebabkan ekspor ikan asal Padang mandek, akibatnya harga ikan tuna anjlok menjadi hanya Rp27 ribu per kilogram dibandingkan harga ekspor yang menembus Rp54 ribu per kilogram," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi di Padang, Jumat (29/5/2020).

Menurut dia saat ini nelayan yang biasanya menangkap tuna untuk kebutuhan ekspor lebih memilih menyediakan pasokan lokal kendati harganya turun.

"Ekspor mulai terhenti awal tahun, negara tujuan biasanya Jepang, China dan Amerika Serikat," ujarnya.

Tidak hanya komoditas tuna, untuk lobster juga terhenti pengirimannya ke luar negeri.

Ia menyebutkan ada sekitar lima kelompok besar nelayan yang bergerak di bidang ekspor tuna termasuk PT Dempo.

Biasanya pengiriman dari Bandara Internasional Minangkabau setelah ikan dibekukan ke Jakarta untuk dikirim ke negara tujuan, ujarnya.

Sementara itu untuk budidaya perikanan air tawar di Padang cukup baik kendati permintaan juga turun karena pembeli sepi.

"Ikan tetap ada tapi pembeli berkurang, terutama nila dan lele," kata dia.

Guswardi menyebutkan terdapat 1.200 orang yang membudidayakan ikan air tawar dengan kolam air deras dan tanah.

"Produksi cukup untuk memenuhi kebutuhan Padang ditambah dengan hasil tangkapan nelayan dari laut," kata dia.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat ekspor daging dan ikan olahan mengalami penurunan 0,95 persen pada Januari-Maret 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Pada Januari-Maret 2019 nilai ekspor daging dan ikan olahan mencapai 0,05 juta dolar Amerika Serikat. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pasar & Niaga, Binawidya, Kulim
wwwwww