Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
19 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Kuliner

Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'

Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
Pangong Lake. (Foto: Ist. via The Print)
Kamis, 28 Mei 2020 15:48 WIB
JAKARTA - Peningkatan aktivitas militer pasca bentrok antara China dan India di perbatasan 'Pangong Lake' diharap bisa ditangani dengan kepala dingin oleh kedua negara berkuatan militer dan peran ekonomi besar itu.Harapan itu, disampaikan Pimpinan Parlemen bidang Korpolhukam Republik Indonesia.

"Saya berharap China dan India perlu sama-sama menahan diri, perlu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan tafsir diantara kedua belah pihak. Terlebih saat dunia sedang berjuang melawan musuh yang tak terlihat yaitu Covid-19," Kata Aziz Syamsuddin saat ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis ( 28/05/2020).

Sesuai dengan prinsip Indonesia dan ASEAN, kata Aziz, "segala perseturuan sebaiknya diselesaikan dengan mekanisme damai dan dialog dalam rangka menjaga kepercayaan dan stabilitas kawasan Indo-Pacific. India dan China juga merupakan mitra strategis ASEAN saat ini,".

India dan China merupakan sahabat baik Indonesia, maka sebagai posisi Indonesia di Dewan Keamanan PBB, kata Aziz, "kita akan menyesalkan jika sampai terjadi perang yang sebenarnya tidak diperlukan di abad ke-21 ini,".

"Hanya dengan kerjasama yang baik di kawasan Indo-Pacific, kita sebagai masyarakat Internasional akan mempu secara bahu membahu menangulangi Covid-19 dan kembali ke 'Normal Life' dengan bersama-sama memulihkan perekonomian global. Ketegangan dan Perang tidak akan pernah menguntungkan pihak manapun," tutupnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kuliner
wwwwww