Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
11 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
Foto: Ist.
Minggu, 24 Mei 2020 13:08 WIB
OGAN - Sebanyak 60 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir yang berstatus honorer dikabarkan melakukan protes dengan menggelar aksi mogok kerja, lantaran minimnya APD, fasilitas tugas dan ketidakjelasan insentif.

"Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka. Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,' terang sumber anonim dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Tuntutan tenaga medis itu, dinilai wajar oleh Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Rizal Mustopa. Tapi Direktur RSUD Ogan Ilir, Roretta Arta Guna Riama, punya versi lain.

"Mereka lari ketakutan saat melihat ada pasien yang positif Covid-19," jelas Roretta. Ia juga menjelaskan, dari sejumlah orang yang mogok kerja itu, "tidak ada tenaga dokter. Mereka para tenaga medis seperti perawat dan sopir ambulans. Mereka itu takut menangani pasien positif Covid-19, itu saja, bukan karena soal lain,".

Akibat aksi mogok kerja tersebut, sedikitnya ada 109 tenaga medis yang akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam mengatakan, tenaga medis yang dipecat itu diantaranya 14 dokter spesialis, 8 dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir.

"Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangani surat pemberhentiannya," kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Warga Bertuah, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww