Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
4 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
5 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
3 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
5 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Mahasiswi Wafat Setelah 6 Hari Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Mahasiswi Wafat Setelah 6 Hari Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
Ilustrasi virus corona. (int)
Kamis, 21 Mei 2020 04:43 WIB
BIMA - Seorang mahasiswi bernama Iko Rahmawati (21) meninggal dunia pada Senin (18/5/2020) lalu. Iko wafat setelah enam hari dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Dikutip dari Kompas.com, wanita asal Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ini sebelumnya terkonfirmasi terinfeksi virus corona sepulang dari Sulawesi Selatan.

''Pasien tersebut meninggal pada Senin sore di RSUP Mataram,'' kata Kabid P2PL Dinas Kesehatan yang juga tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupten Bima, Rifai, kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Rifai mengatakan, mahasiswi ini meninggal bukan disebabkan virus corona, melainkan karena mengidap penyakit ginjal.

Hal itu diperkuat dengan hasil tes swab oleh pihak RSUP Mataram, sebelum jenazah dipulangkan ke Bima.

''Hasil tes swab-nya negatif. Jadi pasien ini meninggal bukan karena corona. Atas kematiannya, menurut dokter di RSUP Mataram, dia didiagnosis mengidap ginjal,'' ujar Rifai.

Sepulang dari Sulawesi Selatan Iko dirawat di ruang isolasi RSUD Bima karena terkonfirmasi terinfeksi virus corona.

Setelah sepekan menjalani perawatan, Iko dinyatakan sembuh berdasarkan hasil tes swab terakhir dan diizinkan pulang sekitar enam hari lalu.

Kematian pasien ini merupakan kasus pertama di Bima, NTB, untuk warga yang sebelumnya dinyatakan sembuh dari virus corona.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww