Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
4 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
4 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
6 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Saham Moderna Naik, China Kembangkan 5 Vaksin, Peneliti Indonesia Terus Bekerja

Saham Moderna Naik, China Kembangkan 5 Vaksin, Peneliti Indonesia Terus Bekerja
Ilustrasi: Ist.
Kamis, 21 Mei 2020 01:18 WIB
JAKARTA - Presiden Jokowi mengapresiasi Eijkman karena sudah mendapatkan data mengenai tujuh urutan genom virus yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin.

Optimisme Indonesia bisa memiliki vaksin Covid-19 sendiri juga seiring dengan upaya positif komunitas peneliti untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid-19. PCR test kit hingga ventilator adalah karya diminta Jokowi tak sebatas prototipe.

"Tapi, harus terus berlanjut, harus bisa diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan domestik kita dan juga bisa ekspor ke mancanegara," kata Presiden Jokowi, Rabu (20/5/2020).

Untuk itu, Ia menekankan supaya kerja sama dan kolaborasi antar-kekuatan anak bangsa harus diperkuat. Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha, para pelaku industri, dan unsur masyarakat, semuanya harus bekerjasama.

Upaya untuk memproduksi vaksin menjadi kerja keras negara-negara saat ini. Moderna yang berada di Amerika, dikabarkan tengah mengalami kenaikan nilai saham, China tengah mengembangkan setidaknya 5 vaksin potensial.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kuliner, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww