Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ada Temuan Mineral di Dompu, CMEES Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Ekonomi

Ada Temuan Mineral di Dompu, CMEES Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Ekonomi
Ilustrasi temuan emas di Dompu, Pulau Sumbawa, NTB. (Foto: Suara NTB/Ars)
Jum'at, 21 Februari 2020 11:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Direktur Center for Mineral and Energy Economics Studies (CMEES), Kurtubi, mendorong pemerintah untuk menindaklanjuti temuan cadangan mineral di Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Temuan cadangan mineral itu, dinilai Kurtubi sebagai potensi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) lokal yang mesti dioptimalisasi dengan perencanaan industri berbasis tambang yang baik.

Pemerintah, kata Kurtubi, berkewajiban untuk merencakan secara baik dan terintegrasi mulai dari upstream (penambangan), midstream (smelter) dan downstream (berbagai industri hilir yg memanfaatkan output smelter), "sekaligus perencanaan kebutuhan listrik untuk mendukung industrialisasi berbasis tambang,".

"Listrik yang dibutuhkan adalah listrik yang stabil 24 jam, bersih, aman dan cost yang kompetitif," kata Kurtubi sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis CMEES, Jumat (21/2/2020).

"Saya yakin ekonomi daerah NTB akan bisa lebih maju mengejar ketertinggalannya yang saat ini masih termasuk salah satu dari 10 Provinsi termiskin di Indonesia," ujar Kurtubi.

Tentunya, lanjut Kurtubi, rangkaian upaya menyiapkan industri tambang yang baik itu, juga termasuk merencanakan sektor-sektor pendukung yang juga perlu didorong untuk tumbuh. Seperti industri wisata, perhotelan, kuliner, UKM, ekonomi kreatif kerajinan tangan, dan lain-lain.

"Belajar dari tambang-tambang di daerah lain yang selama ini kurang memperhatikan pengembangan industri hilir, maka potensi tambang yg ada di P. Sumbawa, kita harap bisa direncanakan secara menyeluruh dan terintegrasi, sehingga kelak bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan vocal point berupa industrialisasi berbasis Tambang yang menjadi salah satu penggerak dalam mengurangi kesenjangan antar daerah," jelas Kurtubi.***

wwwwww