Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila, Achmad MSi: Tak Usah Bikin Gaduh Lah!

Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamualaikum dengan Salam Pancasila, Achmad MSi: Tak Usah Bikin Gaduh Lah!
Kamis, 20 Februari 2020 22:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad MSi meminta Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi tidak membuat kegaduhan dengan usulan-usulan yang mengada-ada termasuk ingin mengganti assalamualaikum dengan salam Pancasila.

"Jangan bikin gaduh teruslah, kemarin sebut agama musuh Pancasila, sekarang mau ganti pula assalamualikum dengan salam Pancasila. Saya tahunya yang sudah ada itu Salam Pramuka dan Salam Merdeka,''ujar Achmad saat ditemui GoNews.co usai menerima perwakilan guru honorer dari Riau, Kamis (20/2/2020) di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta.

Menurutnya, assalamualaikum bagi umat Islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. ''Dari artinya saja adalah semoga keselamatan terlimpah untukmu, kalimat ini adalah do'a dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika memberi salam artinya kita mendo'akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT,'' tukasnya.

Salam, kata Achmad, juga dapat merekatkan persaudaraan atau ukhuwah islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah, masjid atau tempat- tempat lainnya.

Secara umum, hukum mengucapkan salam adalah sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukum menjadi wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.

"Dan assalamualikum juga kadang diucapkan saudara-saudara kita yang non muslim. Mereka tidak mempersoalkan dan enggak gaduh," tandasnya.

Sebelumnya, kata Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, perlunya salam Pancasila di tempat umum sebagai titik temu diantara salam masing-masing agama di Indonesia.

"Kalau kita salam setidaknya harus ada lima sesuai agama-agama. Ini masalah baru kalau begitu. Kini sudah ditemukan oleh Yudi Latif atau siapa dengan salam Pancasila. Saya sependapat," katanya.

Menurut Yudian, sebelum reformasi sangat nyaman dengan salam nasional. "Sejak reformasi diganti assalamu'alaikum dimana-mana tidak peduli, ada orang kristen, hindu hajar saja dengan assalamu'alaikum," ungkapnya. ***

wwwwww