Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
2 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Tanpa Dibalut Cedera, Eko Ambisi Raih Emas

Tanpa Dibalut Cedera, Eko Ambisi Raih Emas
Lifter Eko Yuli Irawan
Rabu, 12 Februari 2020 17:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan bertekad menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima sampai tampil pada Olimpiade Tokyo, Juli 2020 mendatang. Apalagi, dia ingin tetap menjadi penyumbang medali bagi Kontingen Indonesia pada penampilan keempat ajang pesta olahraga akbar empat tahunan dunia tersebut.

"Saya tidak ingin kembali mengalami cidera seperti pada persiapan tiga oilimpiade sebelumnya. Saat ini, saya dalam kondisi prima dan semua cidera yang pernah saya alami sudah sembuh. Dan, saya akan terus menjaganya hingga tampil di Olimpiade Tokyo nanti," kata Eko YUli Irawan yang ditemui di Pelatnas Angkat Besi Olimpiade Jl Kwini Jakarta Pusat, Rabu (12/2/20202). 

Pada Olimpiade Beijing, China 2008, Eko yang meraih perunggu sempat mengalami cedera hamstring. Begitu juga pada Olimpiade London 2012, Eko yang meraih perunggu juga sempat mengalami retak tulang kering kanan. Terakhir, Eko yang meraih perak pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 sempat mengalami cedera lutut. 

"Waktu di Olimpiade London 2012, saya memang benar-benar terlalu nekat tanpa  memikirkan resiko patah tulang kering yang sudah diingatkan dokter. Alhamdulilah, saya bisa menjalankan tugas dengan mulus dan meraih perunggu," katanya, 

Eko Yuli tercatat sebagai satu-satunya lifter Indonesia yang punya prestasi cukup membanggakan di ajang Olimpiade yakni meraih medali pada tiga penamplan. Kini, pria kelahiran Metro, Lampung, Indonesia, 24 Juli 1989 ini berambisi menyumbangkan medali emas bagi Kontigen Indonesia pada penampilan keempat di Olimpiade Tokyo 2020.  

"Secara pribadi, saya ingin meraih emas pada penampilan keempat di Tokyo nanti. Mudah-,mudahan, saya bisa terus menjaga kondisi fisik dan mewujudkan keinginan itu," katanya. ***

wwwwww