Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
13 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
16 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
2 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Legislator Menilai, Yasonna Laoly Baiknya Cuti dari Kemenkumham

Legislator Menilai, Yasonna Laoly Baiknya Cuti dari Kemenkumham
Dok. GoNews.co
Rabu, 29 Januari 2020 16:55 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsyi menanggapi dicopotnya Dirjen Imigrasi Ronny Sompie pasca terjadinya delay data perlintasan tersangka kasus dugaan korupsi, Harun Masiku di Bandara Soekarno Hatta.

Kata Aboebakar dalam siaran persnya Rabu (29/1/2020), Menkumham menyampaikan bahwa pencopotan Ronny Sompie merupakan buntut kasus HM, hal ini terkait adanya delay data perlintasan di Bandara Soekarno Hatta. Karenanya, tak hanya Ronny namun juga Direktur Sistem Teknologi Informasi Keimigrasian juga dicopot oleh Menkumham.

Menurut Menkumham, Ronny dicopot agar tim independen yang dibentuknya dapat bekerja dengan maksimal.

"Saya memahami, barangkali Menkumham mencoba bertindak secara terbuka sehingga membentuk tim yang berasal dari Kemenkominfo, BSSN, Bareskrim Polri dan Ombudsman untuk menyelidiki terjadinya kesimpangsiuran informasi yang disebabkan oleh delay-nya sistem di Dirjen Imigrasi," kata Baoebakar.

Namun di sisi lain, lanjut politisi PKS ini, publik melihat bahwa Yasonna ikut serta dalam konferensi pers saat mengumumkan tim advokasi di PDIP. "Artinya pada kasus ini Yasona dianggap memiliki konflik kepentingan,".

"Meskipun beliau tidak masuk dalam tim advokasi, namun beliau yang membentuknya," ujar Aboebakar.

Logika publik, menurut Aboebakar, tentunya akan berfikir, ini terjadi keanehan; saat Yasonna sebagai Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM (PDIP, Red) membentuk tim advokasi, disisi lain sebagai Menkumham membentuk tim investigasi.

"Pasti publik akan mempertanyakan kondisi ini, apa yang sebenarnya dicari oleh tim ini," tandas Aboebakar.

Menurutnya, akan lebih baik jika tim ini bukan dibuat oleh Menkumham. "Atau barangkali Menkumham memilih mengajukan cuti untuk menghindari konflik kepentingan,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Cendekia, Balai Kota, Parlemen
wwwwww