Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
19 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
16 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demi Jatah Kursi Jaksa Agung, Jhonny Plate Sebut Banyak yang Serang NasDem

Demi Jatah Kursi Jaksa Agung, Jhonny Plate Sebut Banyak yang Serang NasDem
Dialektika Demokrasi dengantema “Tebak-tebakan Isi Kabinet Jokowi, Parpol Nonparlemen Dilibatkan?” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Kamis, 15 Agustus 2019 17:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekjen Nasdem Jhonny G Plate mengatakan, partainya tidak pernah menentukan syarat kepada Jokowi untuk memberikan jatah kursi Jaksa Agung bagi Nasdem.

Jhonny bahkan menyebut ada pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan untuk mendapatkan jabatan Jaksa Agung dengan menyerang Nasdem melalui argumen-argumen imajinatif yang mendiskreditkan Nasdem.

"Nggak ada syarat-syarat itu, apapun Nasdem harus mendapatkan Jaksa Agung. Nggak ada itu. Karena ada yang punya kepentingan untuk mendapatkan (kursi) Jaksa Agung, saat ini banyak yang menyerang Nasdem dengan argumen-argumen imajinatifnya supaya dapat jabatan itu. Mudah-mudahan Pak Jokowi mendapatkan Jaksa Agung sesuai spesifikasinya," ujar Jhonny Plate dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengantema “Tebak-tebakan Isi Kabinet Jokowi, Parpol Nonparlemen Dilibatkan?” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Hal itu kata Jhonny, sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimana kursi Jaksa Agung pada kabinet mendatang tidak berasal dari partai politik (parpol). Sebelumnya, posisi Jaksa Agung yang saat ini dipegang HM Prasetyo menuai pro dan kontra. Sebab, Prasetyo sebelumnya merupakan kader Partai NasDem, sebelum akhirnya diberhentikan dari keanggotaan partai setelah ditunjuk sebagai Jaksa Agung. Posisi tersebut dinilai membuat penegakan hukum pleh Jaksa Agung tebang pilih.

Dikatakan Jhonny Plate, ketika Jokowi menyatakan bahwa Jaksa Agung mendatang bukan berasal dari kader parpol tertentu, harus dilihat apakah dia masih berasal dari keluarga Adhyaksa atau tidak. Kalau dari keluarga Adhyaksa juga harus ditanyakan apakah jaksa aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau pensiunan.

"Kalau jaksa aktif atau ASN, JAM (Jaksa Agung Muda) atau setingkat JAM, dan itu pasti bukan parpol karena ASN tidak boleh menjadi parpol. Tolong dilihat baik-baik, yang jadi soal setelah jadi Jaksa Agung lirik-lirik nggak dia ke parpol," katanya.

Kedua adalah Jaksa Agung dari keluarga Adhyaksa yang sudah pensiun. Dia bisa ada di parpol seperti HM Prasetyo sebelumnya. Dan ketiga adalah mereka yang bukan berasal dari keluarga Adhyaksa atau profesional dan bukan dari parpol sama sekali, tapi memiliki kompetensi yang memadahi dan mengetahui dengan baik lingkungan Adhyaksa atau Jaksa Agung atau kejaksaan lainnya.

"Sekali lagi siapa orangnya, kita tunggulah nanti Pak Jokowi umumkan. Silakan Pak Jokowi memilih. Kami sampaikan apa adanya, kami nggak minta portofolio kabinet. Apa perlu (disumpah) di atas kitab suci? Pak Jokowi tahu apa yang harus diperbuat," katanya.

Jhonny mengatakan bahwa posisi Jaksa Agung dari profesional nonparpol itu sudah sesuai dengan keinginan Nasdem.

"Pak Prastyo itu keluarga besar Adhyaksa yang kemudian masuk Nasdem, lalu diberhentikan dari anggota sehingga saat ini dia adalah Jaksa Agung nonparpol. Nah, demikian juga berikutnya kalau bisa Jaksa Agung dari yangg profesional nonparpol, bisa berasal keluarga besar Adhyaksa apakah Adhyaksa aktif yaitu ASN, kalau itu pasti bukan parpol karena dia tidak boleh menurut UU, atau Adhyaksa yang sudah pensiun yang belum masuk parpol atau tidak ada hubungannya dengan parpol atau berhenti dari parpol," tandasnya.

Dirinya bersyukur ketika Jokowi mengatakan kabinet mendatang sudah dibentuk dengan komposisi 55% professional dan 45% dari parpol. "Kami bersyukur karena tugas pertamanya (presiden terpilih) sudah selesai dikerjakan,” tuturnya.

Jhonny Plate mengatakan bahwa Jokowi telah melakukan diskusi berkali-kali dengan para ketua umum parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Meski, kalau pertemuan yang melibatkan seluruh ketua umum parpol koalisi secara khsus belum dilakukan.

"Intinya pengumuman kabinet itu salah satu momentum demokrasi yang ditunggu public. Marilah kita jaga bersama-sama, kita kawal bersama-sama agar pengumuman itu mendapat dukungan rakyat dalam negeri, mendapat dukungan pasar dalam negeri dan mendapat dukungan pasar internasional," tukasnya.***

wwwwww