Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
24 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
21 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
6 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
6 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Setjen MPR RI: Pancasila Harus Diinternalisasi dan Diaktualisasikan

Setjen MPR RI: Pancasila Harus Diinternalisasi dan Diaktualisasikan
Istimewa.
Selasa, 07 November 2017 12:40 WIB
JAKARTA - Bangsa Indonesia saat ini sangat perlu internalisasi dan konseptualisasi Pancasila. Gagasan tersebut menjadi penting karena tantangan jaman sekarang semakin kompleks antara lain.

Derasnya arus globalisasi mengggerus nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila seperti toleransi, gotong royong, dan musyawarah yang sepertinya mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono di hadapan para peneliti Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila, di Ballroom Java Herritage Hotel, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (7/11), kerjasama MPR RI dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

"Melihat begitu pentingnya peran Pancasila dalam kehidupan bangsa, MPR melakukan kajian akademik dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini sesuai dengan Keputusan MPR No. 4 Tahun 2014 untuk melakukan kajian ketatanegaraan, salah satu rekomendasinya diperlukan kajian menyeleluruh tentang internalisasi dan konseptualisasi Pancasila," ujarnya.

Hasil penelitian nanti, lanjut Ma’ruf Cahyono, akan memiliki fungsi sebagai daya tahan nasional, daya saing, dan sebagai media untuk mencerdaskan masyarakat lewat gagasan alternatif yang ditawarkan.

"Saya harap, hasil penelitian tidak hanya bagus dalam penulisan laporan tetapi juga mampu masuk dalam ruang bangsa dan kebijakan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Peneliti Universitas Jenderal Soedirman Prof. M. Fauzan mengungkapkan bahwa kerjasama penelitian MPR dan Universitas Jenderal Soedirman tentang Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila berlangsung dari bulan Agustus 2017 hingga bulan November 2017.

Sedangkan hasil penelitian, seperti dipaparkan Tim Peneliti, dibagi dalam tiga topik yakni Internalisasi Pancasila Dalam Konsep Haluan Negara, Aktualisasi Pancasila Dalam Perumusan Peraturan Perundang-Undangan, dan Aktualisasi Pancasila Dalam Perumusan Kebijakan Ekonomi. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww