Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
17 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
3 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dirut BRI: Bisnis Ritel Sedang Terpuruk Akibat Pesatnya Transaksi Online

Dirut BRI: Bisnis Ritel Sedang Terpuruk Akibat Pesatnya Transaksi Online
Suprajarto - Direktur Utama PT Bank BRI
Minggu, 29 Oktober 2017 07:17 WIB
SEMARANG - Sektor perdagangan ritel saat ini mengalami kecenderungan menurun. Penurunan perdagangan ritel tersebut salah satunya akibat pesatnya perkembangan transaksi online.

Hal ini ditegaskan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Suprajarto saat memberikan kualiah umum di hadapan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), di kampus Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (28/10).

Menurutnya, dampak penurunan sektor ritel ini sudah mulai terasa dengan ditutupnya gerai PT Mitra Adi Perkasa (MAP) Tbk dan Lotus Departement Store yang merencanakan tutup akhir bulan ini. Demikian juga dengan Matahari Department Store yang sudah menutup beberapa outletnya di sejumlah tempat.

"Ini yang perlu diantisipasi dan disikapi dengan lebih waspada dan hati- hati," ungkapnya.

Suprajarto menuturkan, saat ini BRI sedang melakukan kajian, evaluasi dan penelitian secara detil. Dari pengamatan BRI, ungkapnya, dampak dari perkembangan e-commerce seperti belanja online memang cukup besar pengaruhnya.

Selain itu, barang yang dijual ternyata memang lebih banyak produk impor dan bukan produk lokal. "Inilah yang pada akhirnya menyebabkan ritel menjadi semakin berat, sekarang ini," tegasnya.

Ia juga berharap, mudah-mudahan ada sesuatu yang bisa digerakkan lagi. Salah satunya dengan membangun e-commerce mall of Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengangkat UMKM-UMKM yang memang belum memenuhi syarat.

"Misalnya produk UMKM yang secara kemasan selama ini belum menarik, bakal diberikan pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan kemasannyamenjadi lebih menarik dan kian diterima pasar,"paparnya.

Termasuk upaya lainnya, kata Suprajarto, adalah meningkatkan performa. "Karena salah satu syarat e-commerce adalah packagingnya, inventorinya yang harus terjaga dengan baik, logistik dan masih banyak yang lainnya," ujar Suprajarto. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Pasar & Niaga
wwwwww