Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
23 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
4
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
21 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
5
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
40 menit yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR: Sudah Saatnya Orang Malaysia yang Berobat ke Aceh

MPR: Sudah Saatnya Orang Malaysia yang Berobat ke Aceh
Istimewa.
Selasa, 17 Oktober 2017 16:19 WIB
BANDA ACEH - Wakil Ketua MPR Mahyudinmengatakan perlu kesadaran kolektif untuk menjadikan Indonesia maju dan sejajar dengan negara-negara lainnya. Menurutnya, kesadaran itu melingkupi segala hal, tidak hanya di bidang pendidikan tapi juga menjadikan ideologi sebagai identitas dalam berkehidupan kebangsaan.

“Tadi disebutkan ada 45 profesor. Ke depan, Unsyiah harus punya lebih dari 100 guru besar,” kata Mahyudin saat membuka secara resmi gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama dengan Perhimpunan Anak Konstitusi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), di aula gedung Unsyiah, Banda Aceh, Selasa (17/10).

Acara tersebut juga dihadiri anggota MPR, Muslim (Fraksi Demokrat) dan Hetifah Saifuddin (Fraksi Golkar), termasuk Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal M Eng.

Mahyudin menjelaskan, memajukan pendidikan merupakan bagian dari cita-cita pendiri bangsa. Kemerdekaan yang dicapai sejak diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 harus dijadikan jembatan menuju ke arah yang lebih baik.

Menurut politikus Golkar itu, secara kuantitatif sudah banyak yang berpendidikan tinggi. Tapi secara kualitatif masih belum bisa bersaing dengan negara lain yang maju. Itulah semestinya bangsa ini harus memiliki daya saing dengan negara lain.

"Tadi malam saya baca di media ada pernyataan menteri Keuangan yang menyatakan hasil survei Bank Dunia yang menyebutkan bahwa Indonesia mengalami ketertinggalan dalam bidang pendidikan membaca sekitar 40 tahun dan tertinggal jauh dalam pendidikan science dan teknologi sekitar 75 tahun. Hal ini perlu diwaspadai dan dipikirkan betul-betul," ujarnya.

Solusinya, lanjut Mahyudin adalah perlunya kerja keras semua anak bangsa mengejar ketertinggalan tersebut untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa yakni memberantas kebodohan juga kemiskinan.

“Sudah saatnya orang Malaysia yang berobat ke Aceh. Bukan lagi orang Aceh yang berobat ke Malaysia,” katanya.

Untuk itu, Mahyuddin menitikberatkan pada kesadaran dan rasa nasionalisme dalam diri masing-masing secara kuat untuk membangun bangsa. “Serta menjadi sebuah kebanggaan agar kita bisa bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Sosialisasi Empat Pilar MPR adalah salah satu upaya ke arah itu," tegasnya.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang sedang digalakkan MPR dengan target sasaran berbagai elemen rakyat Indonesia di seluruh wilayah Indonesia adalah dalam rangka menjalankan amanat UU Nomor 17/2004 tentang MD3.

Di Sosialisasi Empat Pilar tersebut, MPR ingin menanamkan kembali ideologi kebangsaan ini kepada seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjadi perilaku dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam perjalanannya, walaupun sosialisasi Empat Pilar banyak kendala seperti protes sampai gugatan yang sampai ke Mahmakah Konstitusi beberapa pihak tentang penamaan kegiatan yang dulu bernama Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, namun sampai saat ini banyak sudah elemen masyarakat terutama generasi muda kembali menyadari pentingnya memahami kembali Empat Pilar yang di dalamnya ada Pancasila.

"Sebenarnya substansi sosialisasi adalah empat hal itu yakni Pancasila, Empat pilar hanya penjudulan saja agar lebih mudah mengingat. Alhamdulillah setelah berkonsultasi dengan MK judul berubah menjadi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dipersilakan boleh melanjutkan sosialisasi," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww