Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
18 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
15 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
18 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
22 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mendagri Sebut Budaya Siap Kalah dalam Pilkada Belum Terlaksana

Mendagri Sebut Budaya Siap Kalah dalam Pilkada Belum Terlaksana
Mendagri, Tjahjo Kumolo. (istimewa)
Senin, 16 Oktober 2017 14:49 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengevaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 yang melibatkan 101 daerah peserta.

Ia menuturkan, dari penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut, dapat dilihat bahwa budaya siap kalah dan menang belum berkembang. Terbukti banyaknya pemungutan suara ulang (PSU) dan pengerahan massa berujung anarkis.

"Dari 310 paslon yang berkompetisi, masih belum berkembang budaya siap kalah dan siap menang, terjadi PSU pada 71 TPS, serta mengerahkan massa tidak menerima kekalahan yang anarkis,” kata Tjahjo dalam keteranganya, Minggu (15/10/2017) kemarin.

Salah satu daerah dengan konflik pilkada yang belum usai yakni Kabupaten Intan Jaya, Papua. Meski sengketa pilkadanya sudah diputus di Mahkamah Konstitusi (MK), pihak yang kalah masih juga belum menerima.

Bahkan belakangan, terjadi peristiwa perusakan di Kantor Kemendagri. Tak ayal, belasan orang dijadikan tersangka.

"Dukungan pemerintah untuk memetakan potensi konflik dan identifikasi kerawanan pra dan pasca-pilkada harus dioptimalkan," ujarnya.

Selain itu, Tjahjo juga menyoroti integritas dan kapasitas penyelenggara pilkada. Di mana, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima 37 aduan terkait penyelenggara pilkada. Partai politik juga diharap meningkatkan perannya dalam pendidikan politik kepada masyarakat.

"Parpol harus memberikan pendidikan politik yang lebih baik. Dari 310 paslon, 241 diusung parpol, 69 paslon tidak melalui parpol, jumlah ini meningkat dari tahun 2015," ujarnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:okzone.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww