Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
17 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
20 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hardi Susilo: Membela Negara Merupakan Kehormatan

Hardi Susilo: Membela Negara Merupakan Kehormatan
Istimewa.
Minggu, 08 Oktober 2017 11:19 WIB
LAMPUNG - Di hadapan ratusan Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Lampung, saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR, 8 Oktober 2017, anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Hardi Susilo, mengatakan membela negara merupakan sebuah kehormatan. Dikatakan banyak negara yang mengadakan wajib militer.

"Tetangga kita Singapura, mengadakan wajib militer. Pertahanan negara tak mungkin hanya dilakukan oleh tentara," paparnya.

Untuk itulah maka Menwa diadakan. Sebagai alumni Menwa, Hardi Susilo menceritakan sejarah Menwa. Dikatakan resimen ini dirintis mulai tahun 1959. Para jenderal yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat, berpikir tak mungkin prajurit diisi oleh jurusan militer saja. Dari pemikiran ini maka di berbagai kampus dilakukan pendidikan perwira cadangan (Pacad).

Selanjutnya pada tahun 1964, Jenderal Nasution membentuk kesatuan mahasiswa secara sukarela. Dan pendidikan ini dimassalkan sehingga pendidikan militer ada yang wajib, ada pula yang sukarela.

Menjadi Pacad diakui ada sebuah keinginan untuk mempunyai hak dan kewajiban yang sama ketika misalnya terjadi peperangan.

Keberadaan Menwa selepas reformasi menurut Hardi Susilo lain ketika pada masa sebelumnya. Pada masa Orde Baru, keberadaan Menwa berada di bawah SKB 3 Menteri.

"Sekarang keberadaan Menwa diserahkan ke kampus-kampus, disamakan dengan kegiatan mahasiswa lainnya seperti olahraga dan seni," ungkapnya.

Hardi Susilo juga ingin mengembalikan posisi Menwa seperti dulu. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww