Pengamat: Daripada Tito, Jokowi Lebih 'Greget' Gaet Gatot di Pilpres 2019
![]() |
| Ilustrasi. |
Namun, sejumlah kalangan beranggapan jika Gatot lebih pantas mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Presiden ketimbang jadi Presiden.
Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Menurutnya, Gatot merupakan pribadi yang matang. Dengan latar belakang militer, Gatot lebih tepat disandingkan bersama Jokowi berlatar belakang sipil.
Apalagi TNI memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik Indonesia."Karena secara politik di negara manapun, termasuk di Indonesia, (militer) punya pengaruh besar dalam konteks politik di Indonesia," ujar Ujang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).
Ketika disinggung mana yang lebih cocok, Gatot atau Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Ujang ternyata lebih sreg dengan Gatot. Ujang percaya jika Gatot bakal menyerap banyak suara dari kalangan keluarga militer termasuk para purnawirawan.
"Sebenarnya secara politik lebih cocok menggaet tentara," imbuhnya.
Lagipula dengan menyandingkan Gatot, maka marwah militer akan kembali menguat. Karena pasca reformasi, peran TNI tampak mulai terlupakan. Buntutnya para keluarga militer akan menyalurkan suara ke Gatot.
"Menurut saya yang banyak terlupakan itu TNI. TNI itu pasca reformasi perannya selain pertahanan, peran sosial politiknya enggak ada. Dikebiri. Disatu sisi kewenangan polisi besar sekali," tutupnya. ***
| Editor | : | Muslikhin Effendy |
| Sumber | : | Kriminalisasi.com |
| Kategori | : | GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen |











