Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
23 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
21 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
9 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
6 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengamat: Daripada Tito, Jokowi Lebih 'Greget' Gaet Gatot di Pilpres 2019

Pengamat: Daripada Tito, Jokowi Lebih Greget Gaet Gatot di Pilpres 2019
Ilustrasi.
Sabtu, 07 Oktober 2017 12:27 WIB
JAKARTA - Nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo muncuk dalam bursa calon Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun, sejumlah kalangan beranggapan jika Gatot lebih pantas mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Presiden ketimbang jadi Presiden.

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Menurutnya, Gatot merupakan pribadi yang matang. Dengan latar belakang militer, Gatot lebih tepat disandingkan bersama Jokowi berlatar belakang sipil.

Apalagi TNI memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik Indonesia."Karena secara politik di negara manapun, termasuk di Indonesia, (militer) punya pengaruh besar dalam konteks politik di Indonesia," ujar Ujang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Ketika disinggung mana yang lebih cocok, Gatot atau Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Ujang ternyata lebih sreg dengan Gatot. Ujang percaya jika Gatot bakal menyerap banyak suara dari kalangan keluarga militer termasuk para purnawirawan.

"Sebenarnya secara politik lebih cocok menggaet tentara," imbuhnya.

Lagipula dengan menyandingkan Gatot, maka marwah militer akan kembali menguat. Karena pasca reformasi, peran TNI tampak mulai terlupakan. Buntutnya para keluarga militer akan menyalurkan suara ke Gatot.

"Menurut saya yang banyak terlupakan itu TNI. TNI itu pasca reformasi perannya selain pertahanan, peran sosial politiknya enggak ada. Dikebiri. Disatu sisi kewenangan polisi besar sekali," tutupnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kriminalisasi.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww