Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
18 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
15 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
18 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
22 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jurnalis Antara 'Dibogem Brimob', Rumah Gerakan 98: Sudahilah Kekerasan Sesama Anak Bangsa!

Jurnalis Antara Dibogem Brimob, Rumah Gerakan 98: Sudahilah Kekerasan Sesama Anak Bangsa!
Istimewa.
Senin, 19 Juni 2017 05:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Peristiwa kekerasan yang terjadi pada para Jurnalis kembali terulang, kali ini menimpa wartawan Antara, Ricky Prayoga, yang tengah meliput turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2017.

Pewarta Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Ricky Prayoga yang menjadi korban kala meliput event olahraga bulutangkis Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (18/6/2017).

Waktu kejadian menurut pengakuan Yoga, sapaannya, berlangsung sore hari pukul 15.00 WIB. Bermula ketika Yoga yang sedang mengantre di anjungan tunai mandiri (ATM) di dalam event Indonesia Open 2017.

Oknum Brimob yang diketahui bernama Adam menatapi Yoga terus-menerus.Merasa ada yang memandangi, Yoga lantas bertanya secara baik-baik apa maksud oknum tersebut. "Ada apa pak memang kok melihat saya terus?" kata Yoga.

Tak disangka oknum tersebut justru memberi jawaban yang tidak sepatutnya dan malah memarahi Yoga tanpa alasan. "Apa kau, ada undang-undangnya jangan melihat, pukimai kau," kutip Yoga.

Sejumlah oknum Brimob  kemudian datang menghampiri dan melakukan tindakan kekerasan sambil menyeretnya ke media center Indonesia Open 2017. "Saya maling bukan tapi diperlakukan seperti itu. Saya mencoba untuk melepaskan diri saat diseret bahkan ada beberapa pukulan, kepala saya juga dijedoti ke papan," akunya.

Rumah Gerakan 98 Mengecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

Sebagai bentuk solidaritas, Rumah Gerakan 98 mengecam tindakan tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua Umum RG 98, Bernard Ali Mumbang Haloho kepada GoNews.co, Senin (19/6/2017) melalui siaran persnya.

"Rumah Gerakan 98 yang selalu mengedepankan nilai-nilai merawat kebangsaan, maka kami mengecam kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian dari unsur brimob yang sangat arogan terhadap jurnalis," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal GR98, Sayed Junaidi Rizaldi.

"Apalagi jurnalis sebagai salah satu pilar demokrasi menjadi bagian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Sudahilah kekerasan dan arogansi kita sesama anak bangsa, mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini," pungkasnya. ***

wwwwww